Pantai Cermin, 31/10 (Antara Sumut) - Bupati Serdang Bedagai Soekirman, mengajak segenap elemen masyarakat di daerah itu untuk menggiatkan budidaya dan pelestarian pandan, karena tanaman tersebut dapat dijadikan bahan baku beragam produk berorientasi ekspor.

"Mari terus kita kembangkan tanaman pandan, karena sebagian besar wilayah Serdang Bedagai potensial untuk pengembangan tanaman pandan," katanya di Kecamatan Pantai Cermin, Jumat.

Bupati menyatakan hal itu saat mencangkan gerakan pelestarian tanaman pandan di halaman kantor Desa Besar II Terjun, Kecamatan Pantai Cermin.

Ia menjelaskan, anyaman pandan yang dihasilkan para pengrajin di Kabupaten Serdang Bedagai bukan hanya sekadar produk, namun di sisi lain juga mengandung nilai budaya lokal.

Pandan, lanjut Soekirman, bukan hanya dapat dibuat tikar semata, tetapi bermacam produk dengan keunikan dari seni budayanya dan sangat ramah lingkungan.

Karena itu, pihaknya berharap melalui optimalisasi budi daya pandan akan ikut memberi dampak positif bagi usaha industri rumah tangga.

"Usaha kerajinan anyaman pandan hendaknya terus dikembangkan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Terkait dengan hal itu, Soekirman berharap Dekranasda Serdang Bedagai dapat terus melaksanakan bimbingan dan pembinaan terhadap para pengrajin agar mereka mampu meningkatkan kualitas dan ragam produk berbasis bahan baku pandan.

Bupati menambahkan, dalam rangka menyongsong pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), para pengrajin di daerah itu harus mempersiapkan diri, baik sumber daya manusia maupun produk dan komoditi yang beerkualitas dan memiliki daya saing.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian telah menetapkan produk kerajinan dalam 22 kelompok produk yang potensial dikembangkan, karena memiliki peluang di pasar ekspor.

Pencanangan gerakan pelestarian tanaman pandan tersebut turut dihadiri, antara lain Ketua Dekranasda Serdang Bedagai Hj. Marliah Soekirman, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, kepala SKPD.

Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Serdang Bedagai, Rifai Bakri Tanjung, mengatakan bahwa gerakan pelestarian tanaman pandan dimaksudkan untuk mengembangbiakkan tanaman pandan yang merupakan bahan baku kerajinan anyaman pandan.

"Kerajinan anyaman ini sudah sangat dikenal di tingkat nasional dan memiliki peluang ekspor, sedangkan ketersediaan bahan baku semakin langka," paparnya.

Disebutkannya, dalam kegiatan itu diserahkan sebanyak 1.000 bibit pandan kepada kelompok petani Desa Besar II Terjun, Kwala Lama, Pantai Cermin Kiri, Desa Pantai Cermin Kanan, Desa Lubuk Bayas dan Desa Sei Nagalawan di Kecamatan Perbaungan. (TNA)

Pewarta: T. Nico Adrian
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026