Labuhanbatu, Sumut, 13/10 (Antara) - Polres Labuhanbatu, Polda Sumatera Utara, Senin dini hari, meringkus dua dari lima perampok grosir di Pasar Gelugur Rantauprapat di Jalan KH Dewantara dekat Rumah Sakit Umum Daerah Rantauprapat.

"Ya, pelaku lain kita sudah kantongi identitasnya dan masih dalam pengejaran," kata Wakapolres Labuhanbatu Kompol Sonny Nugroho Tampubolon saat pemaparan di depan kantor Unit Jahtanras setempat, Senin.

Menurut Wakapolres, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku kejahatan khususnya pelaku pencurian dengan kekerasan seperti dilakukan DKW (44) warga Desa Simpang 2 Suka Mulia Kecamatan Bangkinang Seberang, Riau dan AHHasibuan (28) warga Labuhanbatu dan tiga rekannya yang masih buron.

Dipaparkannya, satu dari dua terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dikarenakan melakukan perlawanan saat akan diringkus. "Satu tersangka masih dirawat di RSUD karena melakukan perlawanan," tegasnya.

Kedua tersangka bersama tiga rekannya membongkar grosir milik Surya Chandra (28) di Jalan Gelugur Kecamatan Rantau Utara, Kamis (11/9) sekitar pukul 02.30 WIB lalu.

Dalam aksi itu, Surya beserta dua orang kerabatnya disekap di dalam rumah toko dengan kondisi tangan dan kaki diikat tali plastik. Tidak hanya itu saja, pintu ruko yang terbuat dari jerejak besi dipotong paksa dengan menggunakan mesin las.

Dari sana ke lima pelaku berhasil mengambil barang berharga seperti 2 unit laptop, gelang emas 4 buah, kalung emas, 7 unit handphone, 26 slop rokok serta uang sebesar Rp80 juta. ***1***
Riza Fahriza
(T.KR-JKG/B/R. Fahriza/R. Fahriza)

Pewarta: Joko Gunawan
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026