Langkat, Sumut,  (Antara) - Puluhan kilometer jalan di Kecamatan Sirapit, Secanggang, Wampu, Padang Tualang, Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini kondisinya rusak parah.

"Kondisi jalan kabupaten dan provinsi diberbagai kecamatan kini rusak parah," kata salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Langkat Ahmad Zaid Nur, di Stabat, Selasa.

Ahmad Zaid Nur mengungkapkan seperti di Kecamatan Sirapit dimana sepanjang 10 kilometer jalan di sana kondisinya rusak parah akibat terus dilintasi truk galian C.

Kondisi jalan ini sangat memprihatinkan diakibatkan setiap harinya dilalui puluhan truk yang mengangkut material galian C seperti koral dan kerikil.

"Akibatnya setiap hari masyarakat yang dilalui truk angkutan galian C ini, harus menghirup debu," katanya.

Kondisi ini sudah berlangsung lama, 10 kilometer jalan ini seakan tidak mendapat perhatian perbaikan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Langkat.

"Jalan Sirapit ini harus menjadi perhatian bupati, sekaligus berharap agar bupati menghentikan keluar masuknya truk pengangkut material galian C ini," tegasnya.

Harus ada tindakan nyata dari pemerintah Langkat dalam hal ini bupati, untuk menghentikan segera kehancuran jalan di Kecamatan Sirapit, akibat dilalui truk galian C.

Tidak hanya di sana saja, di Kecamatan Secanggang juga demikian empat kilometer jalan di Desa Pantai Gading itu kondisinya juga rusak parah tidak ada perbaikan dari PUD Langkat.

Akibatnya masyarakat melakukan demo menuntut agar jalan segera diperbaiki, dimana mereka menanam pohon pisang di badan jalan, malah membuat kuburan di tengah jalan yang rusak.

Termasuk juga di Kecamatan Wampu, kata Ahmad Zaid Nur, hampir lima kilometer jalan kondisinya sekarang juga rusak parah, akibat truk pengangkut galian C yang melintas setiap hari.

Termasuk di Kecamatan Padang Tualang, Batang Serangan hal yang sama juga ditemui, dimana jalan rusak semakin parah saja, tanpa ada keinginan dari Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaikinya.

Dari berbagai kecamatan itu banyak hasil bumi petani yang dibawa untuk dipasarkan seperti padi, karet, sawit, sayuran.

Akibatnya petani terkendala bila hendak membawa hasil produksi mereka untuk dipasarkan karena jalan yang rusak itu.
Secara terpisah Wakil Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Lantera Institute Kabupaten Langkat, Selamat meminta agar Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Langkat serius membenahi badan jalan yang rusak parah itu.

Masyarakat sekarang ini menantikan perbaikan agar tidak ada korban jiwa akibat kerusakan di jalan yang hampir keseluruhannya rusak parah itu, katanya.

"Harus ada tindakan nyata untuk membenahi jalan jangan biarkan jalan untuk masyarakat semakin rusak parah," katanya.***3***

(T.KR-IFZ/B/Suparmono/Suparmono)

Pewarta: Imam Fauzi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026