Labuhanbatu, Sumut, 11/9 (Antara) - Forum Masyarakat Madani (FMM) Gen Emas Enpabolo Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara menetapkan sepuluh program menekan angka kematian ibu melahirkan dan anak (KIA) baru lahir.

"Itu rencana tindak lanjut, walau kita sudah melaksanakan kegiatan dan hasilnya sudah nampak," kata Ketua Forum Masyarakat Madani Gen Emas En Pabolo Kabupaten Labuhanbatu, Sabaruddin Marpaung di Rantauprapat, Kamis.

Dijelaskan program itu yakni ikut serta membahas hingga terlaksananya Maklumat Pelayanan (MP) di 15 puskesmas, satu RSUD dan tiga RS swasta, sosialisasi MP hingga ke tingkat masyarakat sehingga warga tahu haknya sebagai pasien.

Selanjutnya, monitoring pelayanan mulai dari proses pelatihan hingga rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, sosialisasi rekomendasi pemantauan pelayanan fasilitas kesehatan agar terjadi peningkatan pasien.

Selain itu, mengawal terlaksananya umpan balik dengan harapan perubahan prilaku dan kebijakan dalam pelayanan kesehatan dengan indikasi pengaduan masyarakat 100 persen ditindak lanjuti.

Setelah itu, audiensi dengan pemangku kepentingan sehingga didukung penuh oleh pemerintah ditandai keluarnya kebijakan terkait penurunan kematian ibu dan anak, kerja sama dengan instansi serta lembaga ditandai adanya MoU.

"Itu sekilas tentang rencana tugas yang dimulai Oktober 2014 sampai Maret 2015. Itu semua upaya terus menurunkan kematian ibu dan anak di Kabupaten Labuhanbatu," papar Sabaruddin Marpaung.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Labuhanbatu Hj Elifenida menerangkan, pihaknya terus terutama menjalankan dan menciptakan program terkhusus penanganan ibu hamil serta anak baru dilahirkan.

Bahkan pihaknya merangkul sejumlah instansi terkait untuk menjalankan program. "Intinya kita siap dan terbuka menekan angka kematian ibu dan anak serta menjadi mitra yang baik," kata Elifenida.***3***
(T.KR-JKG/B/Suparmono/Suparmono

Pewarta: Joko Gunawan
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026