Bupati Batu Bara OK. Arya Zulkarnain di Limapuluh, Rabu, mengatakan, BBLCC merupakan salah satu dari 18 akademi komunitas kabupaten/kota yang telah diverifikasi dan telah disetujui pendiriannya oleh Dirjen Pendidikan Tinggi.
"Pendirian akademi komunitas ini mempertimbangkan panduan penilaian dan kondisi kemampuan anggaran," ujarnya.
Disebutkannya, hingga saat ini sudah 47 akademi komunitas yang mengajukan permohonan penerimaan mahasiswa baru, namun yang terpilih baru 18 akademi dan salah satunya Akademi Komunitas Batu Bara.
Bagi akademi komunitas yang terpilih, Ditjen Dikti Kemdikbud akan menunjuk perguruan tinggi negeri sebagai pembina guna menjamin kualitas penyelenggaraan pendidikan sesuai ketentuan Permendikbud No.48 Tahun 2013.
Khusus untuk Akademi Komunitas Kabupaten Batu Bara, lanjutnya, akan mendapat pembinaan langsung dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Untuk tahun akademik 2014/2015, BBLCC akan menerima 150 mahasiswa baru melalui jalur seleksi yang pendaftarannya dibuka sejak 18 hingga 26 Agustus 2014.
Akademi Komunitas Batu Bara membuka tiga jurusan, yaitu program DII Pergudangan, DII Transportasi dan DII Kepelabuhanan.
"Para mahasiswa tersebut akan mendapat pembinaan langsung dosen-dosen dari ITB," tambahnya.
Sementara itu Kadis Pendidikan Kabupaten Batu Bara, Darwis mengungkapkan keberadaan BBLCC merupakan jawaban dari perkembangan pendidikan di Batu Bara yang mengarah pada substansinya, yakni mendukung operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke dan Kawasan Industri Alumunium di daerah itu.
"Keberadaan akademi komunitas tersebut sangat menguntungkan masyarakat dan pembangunan daerah Batu Bara," ujarnya.
Darwis menambahkan, pembangunan akademi komunitas itu juga telh mendapat dukungan penuh dari Bupati Batu Bara OK Arya Zulkarnain.
Karena itu, pihaknya berharap putra dan putri terbaik Batu Bara dapat mendaftarkan diri di akademi komunitas ini.
Guru Besar ITB, Prof. Dr. Ir Senator Nur Bahagia yang juga salah seorang dosen pengajar di BBLCC, menilai, persiapan sarana belajar dan mengajar di perguruan tinggi baru itu sudah memenuhi standar untuk sebuah akademi komunitas.
"ITB akan mengirim tenaga pengajar yang terbaik untuk Kabupaten Batu Bara. Selain itu, juga akan direkrut tenaga pengajar lokal lainnya, yang sebelumnya akan diseleksi oleh ITB," kata dia.
Senator menambahkan, Akademi Komunitas Batu Bara adalah perguruan tinggi yang akan menghasilkan SDM berkualitas di bidang Logistik dan akan memiliki sertifikat dan ijazah standar nasional setelah mengikuti kuliah selama dua tahun atau empat semester.
"Khusus bagi mereka yang ingin mendapat sertifikat internasional harus belajar lagi selama enam bulan," katanya. (TNA)
Pewarta: T. Nico Adrian:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.