"Beras impot sebanyak 9.500 ton yang dijadwalkan masuk bulan ini juga (Agustus) belum masuk. Tetapi ada beras baru masuk beras dari Parepare, Sulawesi Selatan sebanyak 8.000 ton," kata Humas Bulog Sumut, Rudi di Medan, Selasa.
Beras asal Sulawesi Selatan itu sedang dalam persiapan dibongkar untuk dimasukkan ke gudang Bulog setelah masuk ke Pelabuhan Belawan, Senin, 25 Agustus 2014.
Dengan masuknya beras dari Sulawesi Selatan itu maka stok beras Sumut bertambah kuat atau menjadi 39.000 ton dimana bisa untuk kebutuhan tiga bulan lebih daerah itu.
"Mudah-mudahan 9.500 ton beras Vietnam untuk Sumut itu yang merupakan sebagian dari 50.000 ton total impor secara nasional di bulan Agustus ini masuk sesuai rencana yakni Agustus sehingga stok semakin aman,"katanya.
Secara total, Sumut sendiri mendapat jatah 65.000 ton dari 500.000 ton jumlah keseluruhan beras yang akan diimpor Bulog sesuai Surat Menteri Perdagangan RI tanggal 20 Juni 2014.
Bulog akan mengimpor beras itu dari India, Kamboja, Myanmar, Thailand dan Vietnam.
Dia menjelaskan, kebijakan impor tersebut untuk menjaga kestabilan pasokan beras di dalam negeri dimana langkah tersebut dinilai semakin perlu karena berdasarkan angka ramalan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional turun 1,98 persen atau menjadi tinggal 69,87 juta ton dari tahun lalu yang mencapai 71,28 juta ton.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Bidar Alamsyah menyebutkan, hasil pantauan di pasar, ketersedian beras di Sumut cukup aman.
Dia mengakui ada kenaikan harga sedikit, tetapi bukan akibat terganggunya pasokan , namun karena dampak biaya transportasi yang naik sehingga pedagang menaikkan harga.
"Meski harga naik, tetapi masih relatif kecil sehingga belum membahayakan.Kalau sudah melewati batas kenaikan, tentunya Pemerintah sudah melakukan OP (operasi pasar)," katanya.***2***
(T.E016/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.