Medan, 15/8 (Antara) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meminta pengusaha mempertahankan surplus perdagangan di tengah terus terjadinya penurunan ekspor.
"Penurunan ekspor mengkhawatirkan sehingga Pemprov Sumut berharap pengusaha bisa meningkatkan kinerja untuk mendorong ekspor pulih kembali dan perdagangan tetap surplus," kata Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi di Medan, Kamis (14/8).
Berbicara pada acara halalbihalal Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumut, ia mengatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, surplus perdagangan daerah itu pada semester I 2014 mencapai 2,133 miliar dolar AS.
Surplus itu dari selisih ekspor yang mencapai 4,719 miliar dolar AS dan impor senilai 2.585 miliar dolar AS.
Dia mengakui kesulitan pengusaha dalam menjalankan bisnis dari dampak terjadinya penurunan permintaan dan harga jual barang ekspor akibat terjadinya krisis global.
Meski menyadari kesulitan itu, Pemprov Sumut berharap pengusaha tidak patah semangat menjalankan bisnisnya dan terus melakukan inovasi atau terobosan baru untuk menekan atau keluar dari kesulitan itu.
"Memang diakui berat, tapi namanya pengusaha harus tetap semangat.Pemprov Sumut siap membantu," katanya.
Apalagi, kata dia, pada era Komunitas ASEAN 2015, persaingan semakin ketat.
"Jangan sampai pengusaha Sumut terpuruk di era Komunitas ASEAN,"katanya.
Ketua Kadin Sumut Ivan Iskandar Batubara mengatakan pengusaha membutuhkan dukungan pemerintah untuk tetap bisa eksis di perdagangan dalam dan luar negeri.
Pengusaha Sumut, menurut dia, sudah cukup diakui kuat dalam menghadapi tantangan yang ditandai masih bisa eksis di perdagangan walau tren melemah.
"Kalau butuh dukungan pemerintah, ya wajar karena pemerintah pembuat kebijakan," katanya. ***2***
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.