Medan, 4/7 (Antara) - PT Perusahaan Listrik Negara Wilayah Sumatera Utara menyebutkan defisit daya listrik di daerah itu mencapai 400 megawatt sehingga jika tidak ada penambahan, pemadaman listrik tidak bisa dihindari.

"PLN tidak menjamin tidak ada pemadaman sepanjang defisit yang hingga 400 MW (megawatt) dengan beban puncak 1.820 MW diatasi," kata Manajer Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan PT PLN Wilayah Sumut Jadima Purba di Medan, Jumat malam.

Dia mengatakan itu dalam Dialog Forum Redaktur kerja sama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut dan sekaligus acara Buka Puasa Bersama Insan Media yang digelar PT.Tobapulp Lestari Tbk.

Dia mengaku, PLN memang sempat menjanjikan tidak lagi terjadi defisit dengan perhitungan akan beroperasinya sejumlah pembangkit.

Namun nyatanya selain sejumlah pembangkit listrik belum berjalan optimal, juga terjadi pertumbuhan pemakaian listrik yang sangat tinggi dengan beban puncak mencapai 1.820 MW.

"PLTU Pangkalan Susu misalnya dengan kapasitas 2x200 MW diprediksi baru bisa beroperasi penuh pada akhir tahun 2014.

Padahal kapasitas daya pembangkit hanya 1.400 MW.Mau gimana lagi selain melakukan pemadaman,"katanya.

Oleh karena itu, ujar Purba, PLN berharap, selain masyarakat melakukan hemat energi, pihak swasta bisa menjual daya listrik ke PLN.

Dia menegaskan, PLN sudah dan terus berupaya mengatasi defisit daya itu seperti memadamkan listrik pelanggan industri serta juga pelanggan-pelanggan bisnis pada malam hari dan termasuk mematikan lampu jalan dibeberapa titik khususnya yang bersifat komersil seperti bilboard.

Bahkan PLN membeli daya listrik yang dihasilkan swasta maupun perusahaan BUMN seperti PT.Perkebunan Nusantara (PTPN).

"Tetapi untuk mengatasi kriris listrik tidak semuanya jadi beban PLN, tetapi juga harus dibantu semua pihak khususnya kebijakan yang mendukung dari Pemerintah seperti, kemudahan perizinan pembangunan pembangkit listrik baru," katanya.

Wakil Ketua Apindo Sumut, Johan Brien, mengatakan, PLN harus melakukan efisiensi dan meningkatkan sumber daya manusia di perusahaan itu untuk mengatasi krisis listrik Sumut.

Dalam efisiensi, ujar dia, PLN misalnya untuk sementara tidak menambah pelanggan baru dan terus melakukan efisiensi .

Sementara di bidang SDM, kata dia, harus dilakukan guna memaksimalkan produksi/kapasitas pembangkit seperti PLTU Labuhan Angin yang masih besar.

"Kalau diamati, masalah pembangkit listrik di Sumut, bukan hanya di mesinnya, tetapi SDM-nya sangat rendah bahkan bobrok,"kata Johan Brien.

Sementara itu Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen, Farid Wajdi, menegaskan, krisis liistrik dan diikuti kenaikan TDL berpotensi menambah kesulitan pengusaha dan rakyat umumnya di saat krisis global masih terus berlangsung.

"Kalau TDL dinaikkan, PLN harus stop sambungan baru, pemadaman dan tingkatkan pelayanan,"katanya.

Pemadaman listrik yang masih terus berlangsung sudah sangat menyulitkan warga Sumut sehingga idealnya kenaikan TDL momentum PLN untuk peningkatan layanan seperti memperbanyak jumlah pembangkit. (E016)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026