Pematang Siantar, 21/6 (Antara) - Musibah kebakaran melanda Pasar Dwikora, Kelurahan Suka Dame Parluasan, Kota Pematang Siantar, Sabtu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Dari pantauan di lapangan, api menghanguskan sebagian besar kios di blok penjualan kebutuhan sandang yang diperkirakan mencapai ratusan dan juga puluhan kios di blok kelontong.

Selain itu, api juga menghanguskan enam unit rumah toko di sekitar lokasi musibah, persisnya di Jalan Patuan Nagari bersebelahan dengan blok sandang.

Sebagian besar barang dagangan di lokasi kios yang terbakar tidak dapat diselamatkan.

Petugas Pemadam Kebakaran dari pabrik PT STTC dan Pemkot Pematang Siantar yang mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran kewalahan memadamkan kobaran api.

Sementara itu, sejumlah personel Polres Pematang Siantar berusaha mengatur arus lalu lintas di seputar lokasi yang dipadati ribuan orang yang ingin menyaksikan peristiwa tersebut.

Di tengah situasi itu, sejumah pemilik kios terlihat berupaya menyelamatkan barang dagangan mereka sehingga menambah suasana panik.

Mereka meletakkan sementara barang dagangan yang bisa diselamatkan di atas badan Jalan Patuan Nagari dan Jalan Patuan Anggi.

"Saat saya tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 05.00 WIB, api telah membesar di dua blok kios pedagang pakaian bekas," kata Safrul, warga Kelurahan Baru.

Sedangkan Maringan Hutapea, pedagang kelontong, mengaku hanya bisa pasrah dengan musibah yang menimpanya untuk kedua kalinya.

"Tahun 2010 kios kami juga terbakar," ujar pria berusia 40-an tahun itu seraya mencari sisa barang di puing-puing kiosnya.

Beberapa pedagang sandang, mengaku beberapa hari sebelum peristiwa kebakaran melanda Pasar Dwikora, mereka baru saja menambah stok menjelang bulan Ramadhan.

"Untuk persiapan Hari Raya, kita tambah dagangan dengan harapan mendapat keuntungan, tetapi takdir berkata lain," ujar seorang pedagang.

Kerugian akibat kebakaran di pasar tradisionil itu diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Pihak kepolisian setempat hingga kini masih terus mencari tahu penyebab kebakaran tersebut. (KR-WRS)

Pewarta: Waristo
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026