Sampah itu diangkut 15 dumptruk milik pemerintah dan dibuang ke tempat pembuangan akhir di Lingkungan Perlayuan, Kelurahan Pulo Padang, Kecamatan Rantau Utara.
Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan (Kadispaskeb) Pemkab Labuhan Batu H Kamal Ilham Nasution di ruang kerjanya, Jumat mengatakan, sisa bahan kebutuhan masyarakat itu berasal dari beberapa lokasi pasar di antaranya pasar Gelugur Rantauprapat, Aeknabara, Negerilama, Sigambal, Pasar Lama dan Ajamu.
Untuk mengoperasikan 15 dumptruk pengangkut sampai hingga malam, dinas terkait menyediakan tiga orang kernet setiap truk. "Satu orang di atas dan dua di bawah truk, itu agar pekerjaan selesai sesuai program menciptakan Labuhan Batu bersih dan mandiri 2015 menuju sejahtera 2020," ujarnya.
Guna menciptakan lingkungan bersih dia berharap kepada semua pelaku usaha dan warga dapat membuang sampah pada kontainer sampah yang disediakan di beberapa titik lokasi. Sebab pihaknya akan tetap siap mengangkut berapa banyakpun sampah yang ada.
"Kita minta dan imbau buanglah sampah pada tempatnya," kata Kadispaskeb Pemkab Labuhan Batu itu.
Sementara Kabag Humas Setdakab Labuhanbatu Sugeng menambahkan, untuk menyesuaikan produksi sampah dengan lokasi penampungan, pemerintah telah mengajukan lahan hutan bekas dipergunakan satu perusahaan swasta yang telah dikembalikan ke negara.
Namun hingga kini Pemkab Labuhan Batu belum menerima realisasi pelepasan lahan untuk relokasi tersebut. "Luas lahan yang kita usulkan ke Kemenhut itu seluas 25 hektare dan harapannya secepatnya dilepas agar tempat pembuangan sampah tidak lagi ditempat lama dan kita menilai ini memang mendesak," ujar Sugeng berharap. ***3***
Nurul H
(T.KR-JKG/B/N. Hayat/N. Hayat)
Pewarta: Joko Gunawan:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.