Oleh Imran Napitupulu



Laguboti, 16/4 (Antara) - Games bernuansa lingkungan berjudul "Pora the Lake Rescuer" yang dikembangkan Tim New Eleven Del dari Kabupaten Toba Samosir, berhasil menjadi finalis kompetisi bergengsi yang diselenggarakan Microsoft, Imagine Cup 2014.

"Games bertema lingkungan hidup itu dikembangkan oleh lima orang mahasiswa Institut Teknologi Del (IT Del) Toba Samosir," kata Wakil Rektor III IT Del, Deni Lumbantoruan di Laguboti, Rabu.

Imagine Cup, kata dia, merupakan kompetisi yang diselenggarakan Microsoft untuk memfasilitasi pengembang digital yang berstatus mahasiswa dan pelajar, dalam memperkenalkan karyanya ke masyarakat.

Deni mengaku, segenap civitas academica IT Del Sitoluama Laguboti merasa bangga dengan prestasi yang diraih mahasiswanya dalam ajang perlombaan bergengsi tingkat dunia tersebut.

Ia juga berharap, mahasiswa lain mampu mengukir prestasi serupa dalam disiplin ilmu berbeda, untuk dapat disumbangkan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab berbagai tantangan maupun persaingan yang semakin ketat di era globalisasi saat ini.

Memang lanjutnya, ada banyak cara untuk menumbuhkan semangat penyelamatan lingkungan dan salah satu di antaranya adalah dengan game yang bertema pelestarian danau Toba karya Jonathan Tambunan bersama rekan tim New Eleven Del, Laguboti.

Ia mengatakan, merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka, games hasil rancangan mahasiswa dari tepian danau Toba tersebut mampu meraih predikat juara di Imagine Cup 2014 level nasional.

"Games karya Jonathan bersama rekan satu Timnya itu mewakili Indonesia dalam semifinal World Imagine Cup, kemudian akan berkompetisi pada World Final di Seattle, USA, 29 Juli 2014 mendatang," ujar Deni.

Jonathan Tambunan, mahasiswa semester IV di Institut Teknologi Del itu mengaku, game bertema pelestarian lingkungan "Pora The Lake Rescuer" terinspirasi dari nama ikan Pora-pora yang hidup di Danau Toba, sekaligus dijadikannya sebagai tokoh utama dalam games tersebut.

Dijelaskannya, "pora" dengan atribut menggunakan ikat kepala berwarna merah putih itu bertugas membersihkan danau dengan senjata berupa gelembung.

Jonathan mengakui, sejak lama timnya sudah berminat untuk mengikuti Imagine Cup. Bahkan, tahun lalu mereka sempat ikut mendaftar, namun tidak lolos.

"Kami merasa cukup bangga games ini berhasil menjadi salah satu finalis, apalagi dengan waktu relative terbatas dalam menggarapnya di asrama kampus yang memiliki disiplin ketat," katanya. (IN)

Pewarta: Imran Napitupulu
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026