Medan, 21/3 (Antara) - Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara mengingatkan warga di daerah itu untuk tidak "golput" dan menyia-nyiakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum 2014.
"Jangan ada umat yang tidak menggunakan hak pilih (golongan putih atau golput)," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Prof Abdullah Syah dalam silaturahim kalangan ulama Sumut dengan Menteri Agama Suryadharma Ali di Istana Maimun Medan, Jumat.
Menurut dia, imbauan tersebut juga telah disampaikan kepada seluruh ormas Islam di Sumut untuk disosialisasikan kepada pengurus dan anggota masing-masing.
Pihaknya berharap warga Sumut, terutama umat Islam dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan bangsa melalui penggunaan hak pilih dalam pemilu.
Selain mengingatkan warga untuk tidak golput, MUI Sumut berharap warga bersikap bijaksana dalam memilih calon pemimpin ketika akan menggunakan hak pilihnya.
Kesalahan dalam menentukan sosok yang berhak menerima amanat masyarakat tersebut justru akan menimbulkan kerugian dan penyesalan bagi masyarakat.
"Bijaksanalah. Teledor dalam lima menit, menyesal lima tahun ke depan," katanya.
Sebelum memberikan hak pilihnya, masyarakat diharapkan dapat mengenali calon pemimpin yang akan dipilih dan mempelajari jejak rekam caleg peserta pemilu.
"Ciri utama pemimpin itu merakyat, menyayangi rakyat, dan mau berkorban. Itulah ciri pemimpin yang baik. Jika tidak ada sifat rahmat atau penyayangnya, lebih baik tidak usah menjadi pemimpin," kata Abdullah Syah.
Wakil Gubernur Sumut HT Erry Nuradi mengatakan, pihaknya mengharapkan peran ulama yang bijak dalam membantu pembangunan di daerah itu.
"Ulamalah yang bisa menyampaikan nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan peranan ulama, diharapkan Pemilu 2014 tidak mengganggu stabilitas di Sumut," katanya. (I023)
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.