Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkot Tebing Tinggi Wahid Sitorus yang dihubungi Antara dari Medan, Senin malam mengatakan, banjir tersebut masih menggenangi rumah warga dengan ketinggian bervariasi antara 50 Cm hingga satu meter.
Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya Sungai Sungai Padang dan Sungai Bahilang pada Jumat malam akibat bagian hulu menerima curah hujan yang cukup lebat.
Dari pendataan yang dilakukan, terdapat ratusan rumah warga yang tergenang banjir sejak Jumat malam. Rumah yang tergenang itu tersebar di 20 kelurahan di lima kecamatan di Tebing Tinggi yakni Kecamatan Bajenis, Kecamatan Rambutan, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kecamatan Padang Hulu, dan Kecamatan Padang Hilir.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran instansi terkait untuk memberikan penanggulangan dan bantuan bagi warga yang harus mengungsi akibat rumahnya tergenang banjir.
Secara teknis di seluruh kelurahan yang mengalami, pihaknya telah mendirikan posko bantuan untuk menampung warga yang mengungsi karena belum dapat kembali ke tempat tinggalnya.
Selain bantuan makanan seperti beras, mie instansi, dan air mineral, BPBD Tebing Tinggi menyiapkan tenaga medis untuk memberikan bantuan kesehatan bagi warga yang belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
Meski banyak warga yang berada di posko penampung yang disiapkan BPBD dan Dinas Sosial Pemkot Tebing Tinggi tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang memilik untuk menumpang di rumah kerabatnya.
Dari pendataan yang terus dilakukan, pihaknya belum menemukan adanya korban jiwa dalam peristiwa banjir yang terjadi sejak Jumat malam tersebut. (I023)
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.