"Pemindahan proyek FRSU dari Belawan ke Lampung menyebabkan Sumut harus mengandalkan pasokan gas dari Arun, Aceh, dan nyatanya membuat masalah krisis gas di Sumut berkepanjangan," kata anggota Kadin Sumut Johan Brien di Medan, Minggu.
Dia menyebutkan hingga dewasa ini dari kebutuhan gas minimal yang sekitar 22 mmscfd, PT Perusahaan Gas Negara hanya bisa memasok sekitar 9 mmscfd.
Jumlah 9 mmscfd itupun setelah dapat tambahan 2 mmscfd dari Sumur Gas Benggala I Langkat yang diproduksi PT Pertamina EP belum lama ini.
Sementara janji pemerintah bahwa Arun sudah bisa memasok gas untuk Sumut pada 2014 masih diragukan.
"Coba kalau FRSU dibiarkan terus dibangun sejak 2012, pasti krisis gas sudah bisa diatasi tahun ini atau maksimal awal 2014," katanya.
Johan Brien yang juga Ketua Asosiasi Perusahaan Pemakai Gas (Apigas) Sumut itu mengaku dalam pertemuan dengan Dewan Energi Nasional (DEN) di Medan, 12 Desember lalu terungkap bahwa digagalkannya FRSU di Sumut oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan akibat tidak kuatnya semua pemangku kepentingan Sumut melobi Pemerintah Pusat.
"Jadi dengan masih belum jelasnya nasib pasokan gas Arun ke Sumut, harusnya masyarakat Sumut menjadikan itu sebagai alasan untuk mendesak pembangunan FRSU itu kembali di Belawan," kata Johan.
Dalam pertemuan dengan DEN, menurut Johan, Pertamina menegaskan ada sanksi finalti pada kontraktor kalau proyek pipanisasi gas Arun-Sumut itu tidak selesai target pada tahun 2014.
"Tapi finalti bukan solusi tepat bagi krisis gas di Sumut, apalagi ada kekhawatiran harga gas bisa semakin mahal karena investasi naik menjadi 570 juta dolar AS dari 100 juta dolar AS rencana awal," katanya.
Pemindahan FRSU secara langsung atau tidak, jelas menunjukkan tindakan deindustrilisasi dan memarginalisasi pertumbuhan ekonomi Sumut.
General Manager SBU III PGN Mugiono menyebutkan, FRSU di Belawan dulu direncanakan berkapasistas sekitar 2,5 juta metrik ton per tahun.
PGN, kata dia memang terus berharap ada pasokan tambahan gas untuk didistribusikan ke pelanggan.
"Tahun ini masih baru ada tambahan dua mmscfd dari Sumur Benggala I. Harapan PGN untuk mendapatkan semua produksi Benggala yang 4an mmscfd tidak terealisasi karena Pertamina EP juga memberikan untuk PLN," katanya. ***3***
Biqwanto
(T.E016/B/B. Situmorang/B. Situmorang)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.