"EMAS, sebuah program yang dicanangkan USAID untuk membantu meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir di Indonesia," kata Salman Nasution, selaku USAID "EMAS" Muhammadiyah CSO Sumut.
Program ini, menurut dia, mendorong ibu dan bayi sehat sekaligus meningkatkan berbagai respons terhadap komplikasi proses persalinan bagi ibu hamil.
Disebutkannya, Sekitar 10.000 ibu meninggal dunia setiap tahun di Indonesia akibat berbagai komplikasi saat kehamilan, persalinan, dan melahirkan bayi, yang merupakan salah satu angka kematian tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Program Emas menjadi bagian dari Kemitraan Komprehensif yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden AS Barack Obama beberapa waktu lalu.
Program ini terlaksana berkat kerja sama dengan organisasi kesehatan Jhpiego, Save The Children, Research Triangle Inc (RTI), Muhammadiyah dan RS Budi Kemuliaan.
"Di Labuhan Batu, kami juga akan meninjau sejauh mana peran organisasi di daerah ini dalam memberikan perhatian terhadap upaya menekan angka kematian ibu yang baru melahirkan maupun bayi yang baru dilahirkan," ujarnya. katanya.
Sementara itu, Efry Safrijon Hutagaol dari aktivis dan pemerhati Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir, Bayi dan Anak Balita (KIBBLA), mengatakan, kegiatan sosialissi yang digelar selama dua hari itu juga akan diisi dengan pembentukan Forum Masyarakat Madani (FMM).
"Forum itu nantinya yang akan bertugas memantau dan membantu penanganan kesehatan khusus bagi ibu melahirkan dan anak," ujarnya.
Peserta sosialisasi adalah utusan dari berbagai organisasi, antara lain Tim Penggerak PKK, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammadiyah, Aisyiyah, NU, Muslimat NU, Alwashliyah, KNPI, MUI, MABMI, PGI, GMI dan pers. (JG)
Pewarta: Joko Gunawan:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.