"Pendidikan holistik yang mengembangkan seluruh potensi intelektual, rohani, jasmani, hingga estetika harus dikedepankan di sekolah-sekolaH," katanya di Lima Puluh, Minggu.
Melalui optimalisasi penerapan pendidikan holistik, lanjutnya, diharapkan akan semakin banyak muncul individu yang berakhlak mulia, berilmu, sehat, mandiri, bertanggung jawab, jujur, kreatif, toleran dan berjiwa damai.
Dengan demikian, kata dia, para peserta didik tidak hanya saleh secara individu semata, tetapi juga saleh secara sosial, dan profesional.
Dikatakan Arya, pendidikan holistik bisa terwujud jika guru benar-benar mengemban tugas secara profesional dan bukan sekadar mengajar, tetapi juga mendidik.
Selain itu, sekolah juga harus mampu berperan nyata menjadi lingkungan kondusif untuk mendorong berkembangnya berbagai potensi kecerdasan setiap individu.
Menurut dia, implementasi pendidikan holistik ini sebenarnya sudah berkembang dalam dunia pendidikan indonesia sejak sebelum kemerdekaan, namun kini justru semakin dilupakan.
Terkait dengan pentingnya pendidikan holistik di sekolah, Arya minta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara segera mengimplementasikan hal itu di sekolah-sekolah.
Sebelumnya, pernyataan itu juga telah disampaikan Bupati Batu Bara saat melantik beberapa pejabat Dinas Pendidikan setempat pada Rabu (27/11).
Pejabat Dinas Pendidikan Batu Bara yang dilantik, antara lain Syahri Sam sebagai sekretraris dinas pendidikan, Yusnan (Kepala UPT Kecamatan Talawi), Latifah Fauziah (Kepala UPT Medang Deras), Darwin (Kepala UPT Kecamatan Air Putih), Pasti Sinuraya (Kepala UPT Lima Puluh) dan Suparmin (Kepala UPT Kecamatan Tanjung Tiram).
Selanjutnya, Mahar Efendi (Kepala UPT Kecamatan Sei Balai), Ainul Syafni (Kabid PLS), Yandi (Kabid Sarana dan Iriadi menjadi Kabid Dikdasmen Dinas Pendidikan Batu Bara. (AS)
Pewarta: Ahmad Suhaimi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.