"Harga beras di pasar Sumut hasil pantauan Bulog sudah di kisaran Rp7.200 hingga Rp7.400 per kg dan itu menjadi salah satu hambatan Bulog membeli beras petani," kata Humas Bulog, Rudi, di Medan, Jumat.
Pengadaan beras Bulog dari petani hingga dewasa ini baru mencapai 310 ton.
Dia mengakui, biasanya Pemerintah akan menambah besaran HPP di saat musim paceklik di akhir tahun.
"Kalaupun ditambah, sepertinya tidak bisa juga menyamai atau melampaui harga beras di pasar yang diakui tren terus menguat akibat produksi yang sedikit sebagai dampak anomali cuaca," katanya.
Agar stok beras Bulog tetap aman, kata Rudi, Bulog memasok beras dari daerah lain seperti Jawa Timur dan melakukan kerja sama bisnis padi/beras dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi).
Kerja sama dengan Perpadi yang dilakukan 31 Oktober Itu untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan di Sumut.
Lingkup kerja sama kedua perusahaan itui mulai peningkatan koordinasi dan konsolidasi dalam kegiatan pengadaan gabah/beras dan palawija hingga pengembangan teknologi penggilingan padi dan pemasaran hasil giling.
Kepala Sub Bagian Program Dinas Pertanian (Distan) Sumut Lusyantini menyebutkan Pemprov Sumut sedang berupaya memperbaiki tanaman padi dan jagung di Sumut yang rusak bahkan puso akibat tergenang air dan bencana lain termasuk gempa Sinabung.
Upaya itu untuk bisa mencapai target produksi bahan pangan yang mencapai 3,8 jutaan ton tahun ini. (E016)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.