"Ulos yang diproduksi para pengrajin di daerah ini, termasuk yang dihasilkan pengrajin binaan TP-PKK Samosir, bukan hanya banyak diminati wisatawan yang berkunjung ke Samosir, tetapi juga sudah dipasarkan ke sejumlah negara," kata Ketua TP-PKK Kabupaten Samosir, R. Artha Sitinjak di Pangururan, Kamis.
Dijelaskannya, peningkatan permintaan terhadap ulos turut menjadikan harga produk kain tenunan khas tradisional Batak tersebut turut bergerak naik, sesuai dengan motif, mutu, bahan baku dan fungsinya.
Ulos yang dipasarkan ke mancanegara, lanjutnya, umumnya ditawarkan berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per helai.
Hasil tenunan bermotif ulos telah pula banyak dijadikan sebagai bakal kemeja, gaun, tas, sandal dan baju jas.
Di Pulau Samosir, usaha kerajinan ulos banyak ditekuni sejumlah warga di berbagai desa, di antaranya di Simanindo.
Dikatakan Artha, membina pengrajin ulos merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi rakyat yang dewasa ini giat dilaksanakan TP-PKK Kabupaten Samosir sebagai salah satu mitra pemerintah daerah setempat.
"Selama ini kami sering melakukan pembinaan dan memberdayakan masyarakat mengolah maupun menciptakan berbagai produk, dan hasilnya sangat memuaskan," ujarnya.
Selain membina pengrajin ulos, pihaknya juga melakukan pelatihan bagi kader PKK dan mensosialisasikan pembuatan aneka produk kerajinan, seperti produk pangan berbasis bahan baku hasil pertanian.
Melalui berbagai program pelatihan dan pembinaan berkelanjutan yang diprakarsai TP-PKK Samosir tersebut, ia berharap kedepan semakin banyak lagi warga mampu memberdayakan diri mereka dan memberdayakan masyarakat di sekitarnya. (TNA)
Pewarta: T. Nico Adrian:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.