Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore menguat sebesar 230 poin menjadi Rp11.200 dibanding sebelumnya (23/9) di posisi Rp11.430 per dolar AS.
"Pergerakan rupiah bergerak berfluktuasi, menjelang di ujung pergerakannya Bank Indonesia tampaknya melakukan intervensi di pasar uang domestik sehingga mendorong nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS," ujar Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara Ruly Nova.
Menurut dia, BI melakukan intervensi dikarenakan sentimen eksternal terutama dari AS yang penuh dengan ketidakpastian seperti wacana pengurangan stimulus keuangan AS dan perdebatan batas atas plafon utang (debt ceiling) AS.
Ia mengatakan plafon utang AS yang sudah melebihi dari batasan membuat mata uangnya menjadi kurang menarik bagi investor. Sementara itu, minimnya kas yang dimiliki AS juga membuat kecemasan tersendiri karena dikhawatirkan dapat mengantarkan AS menuju "default".
Namun di sisi lain, lanjut dia, ekspektasi pengurangan stimulus keuangan AS masih menjadi sentimen negatif bagi pasar negara-negara berkembang.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Selasa ini, tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp11.535 dibanding sebelumnya di posisi Rp11.435 per dolar AS. (KR-ZMF)
Pewarta: Zubi Mahrofi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.