Kabanjahe, Sumut, 23/9 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Karo memperpanjang masa tanggap darurat bencana letusan Gunung Sinabung sampai satu pekan ke depan, meski sebagian pengungsi telah diizinkan pulang ke rumah masing-masing.

Koordinator Humas Penanggulangan Bencana Gunung Sinabung, Jhonson Tarigan di Kabanjahe, Senin, mengatakan perpanjangan masa tanggap darurat tersebut, berdasarkan Keputusan Bupati Karo Nomor: 361/255/Bakesbang/2013, tanggal 23 September 2013.

Perpanjangan masa tanggap darurat itu, menurut dia, berdasarkan hasil rapat yang dilaksanakan di Kabanjahe.

"Ini adalah hasil keputusan rapat dan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," ujar Jhonson.

Dia menambahkan, pada hari Minggu (22/9) masa tanggap darurat bencana letusan Gunung Sinabung telah berakhir.

Hampir satu minggu lamanya telah diberlakukan tanggap darurat di Kabupaten Karo, sejak terjadinya letusan Gunung Sinabung, Minggu (15/9) sekitar pukul 02.51 WIB.

"Tanggap darurat itu, selama tujuh hari lamanya," kata Jhonson.

Letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Karo yang kedua terjadi pada Selasa (17/9) sekitar pukul 12.13 WIB, dan debu vulkanik bercampur asap tebal mencapai setinggi lima kilometer.

Sebelumnya, letusan pertama Gunung Sinabung, Minggu (15/9) sekitar pukul 02.51 WIB, dan tidak ada korban jiwa dan luka-luka pada peristiwa tersebut.

Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah meningkatkan statusnya dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak pukul 03.00 WIB.***4***
Riza Fahriza

 

 

 

 

(T.M034/B/R. Fahriza/R. Fahriza)

Pewarta: Munawar Mandailing
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026