Jakarta, 16/8 (Antara) - Mata uang rupiah, Jumat sore, bergerak menguat sebesar 45 poin terhadap dolar AS setelah Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN 2014.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore bergerak menguat sebesar 45 poin menjadi Rp10.300 dibanding sebelumnya di posisi Rp10.345 per dolar AS.

"Rupiah akhir pekan ini menguat terpengaruh pidato Presiden RI yang memaparkan bahwa ekonomi Indonesia masih tumbuh positif pada tahun ini," kata pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Ruly Nova, di Jakarta.

Ekonomi Indonesia pada tahun 2014, kata dia, juga diasumsikan meningkat 6,4 persen. Kondisi itu menambah sentimen positif bagi rupiah.

"Optimisme pelaku pasar cukup positif bahwa Indonesia masih menjaga pertumuhan di atas enam persen," katanya.

Meski demikian, kata dia, sentimen dari pidato Presiden RI itu bersifat jangka pendek, sedangkan sentimen menengah dan jangka panjang pelaku pasar uang akan kembali melihat sentimen global.

Ruly mengemukakan bahwa pelaku pasar uang akan menanti langkah The Fed pada bulan September 2013 apakah pihaknya akan mengurangi, menambah, atau menghentikan stimulus keuangan AS.

"Langkah The Fed akan berpengaruh terhadap pasar keuangan global," ujar dia.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Jumat ini tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp10.392 dibanding sebelumnya di posisi Rp10.318 per dolar AS.(KR-ZMF)


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026