Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara Budi Sulaksana yang dihubungi di Medan, belum lama ini tidak menjelasan nama -nama narapidana koruptor itu, karena saat terjadinya kebakaran dan kaburnya 212 napi dari Lapas Medan, Kamis (11/7) malam, seluruh dokumen administrasi dan foto-foto mereka habis terbakar.
"Tak ada satu pun arsip narapidana yang dapat diselamatkan pada kerusuhan di Lapas tersebut," ujarnya.
Budi menyebutkan pegawai Lapas Medan saat ini masih terus mengumpulkan data-data dan mencari informasi mengenai ratusan orang lagi napi yang belum tertangkap.
"Pegawai Lapas Medan belum seluruhnya berhasil mendata napi yang masih buron, dan petugas kepolisian masih terus bekerja keras mencari warga binaan yang melarikan diri," kata orang pertama di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut.
Sementara dilaporkan empat narapidana teroris dari Lapas Kelas I Medan, sampai sekarang belum tertangkap dan masih terus dicari petugas kepolisian.
Keempat napi teroris itu adalah FS, AS, ABG dan NB alias Arab.
Sebelumnya, sembilan napi teroris Lapas Kelas I Medan, Kamis (11/7) malam melarikan diri, hanya lima napi yang berhasil diamankan oleh pihak berwajib, yakni GM, BK, JM, AA dan AN.
Jumlah napi yang diamankan 103 orang dari jumlah 212 orang melarikan diri dari Lapas Medan. Napi belum tertangkap dan masih masih dicari petugas, sebanyak 109 orang lagi.
Peristiwa pembakaran dan kaburnya ratusan napi dari Lapas Tanjung Gusta Medan, mengakibatkan lima tewas terbakar, yakni dua orang pegawai Lapas, Hendra Rico Naibaho (28) dan Bona Hotman Situngkir (38).
Tiga tewas lainnya adalah napi, Ng Hui Tan Awi (48), Jhon Gabriel Tarigan (26) Johanes Leo Situmorang (34).
Jumlah napi yang menghuni Lapas Kelas I Medan sebanyak 2.016 orang, sedang daya tampung hanya 1.050 dan telah terjadi "over" kapasitas. ***2***
(T.M034/C/R. Malaha/R. Malaha)
Pewarta: Munawar Mandailing:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.