Dalam rapat dengar pendapat dengan Dinas Bina Marga Sumut di Medan, Rabu, Komisi D DPRD Sumut Guntur Manurung mengatakan, akibat longsor yang terjadi pada 5 Desember 2012 itu, sebagian ruas jalan yang berada di kawasan Nagori Pematang Sahkuda tersebut amblas ke dalam sungai yang berada di pinggir jalan.
Akibat amblas tersebut, warga yang ingin beraktivitas sulit menggunakan ruas jalan yang berada di KM 20 Jalan Siantar-Perdagangan itu karena tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
"Hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melintas," kata politisi Partai Demokrat itu.
Pihaknya mengharapkan Dinas Bina Marga Sumut segera memperbaiki ruas jalan tersebut, termasuk mengantisipasi kemungkinan terjadi longsor pada masa mendatang.
Antisipasi tersebut sangat dibutuhkan karena struktur tanah di ruas jalan itu tidak kuat disebabkan adanya debit air yang mengalir di sungai dan menguras pinggiran jalan tersebut.
Kabid Pengaturan Dinas Bina Marga Sumut Iswachyudi mengatakan, pihaknya telah mengagendakan perbaik ruas jalan tersebut pada 2012 dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp2,8 miliar.
Namun dengan berbagai kondisi yang ada, perbaikan jalan tersebut baru dapat dilakukan pada 2013 yang proses pengerjaannya akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Sekarang sudah proses prakontrak. Mudah-mudahan dalam bulan ini akan dilakukan penanganan," katanya.
Ka UPT Bina Dinas Marga Siantar-Simalungun Wesley Sidabutar mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan perkebunan yang ada di sekitar ruas jalan yang longsor tersebut untuk membantu pembangunan saluran pengalihan air.
Selain itu, perusahaan perkebunan di kawasan itu juga akan membantu tanah timbun untuk menangani bagian ruas jalan yang amblas tersebut.(I023)
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.