Penegasan itu disampaikan Bupati Ngogesa Sitepu dihadapan peserta sensus pertanian di ruang pola kantor Bupati Langkat di Stabat, Selasa.
"Data yang tidak mewakili kondisi sebenarnya, akan memicu pengambilan kebijakan yang tidak tepat, akibatnya tujuan peningkatan kesejahteraan petani jauh dari harapan," katanya.
Ngogesa menegaskan pemerintah Langkat, sangat memiliki kepentingan bagi keakuratan data sensus terhadap sektor pertanian secara luas.
"Ini dimaksudkan guna mengetahui gambaran sektor pertanian yang perlu ditingkatkan dimasa yang akan datang," ujarnya.
Untuk itu Ngogesa mengingatkan khususnya para kepala wilayah kecamatan untuk memberikan informasi dan penjelasan seluas -luasnya kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif terhadap kelancaran sensus pertanian tersebut.
"Diharapkan saling kordinasi antara petugas guna menghindari terjadinya mis komunikasi, agar penyelesaian masalah dilapangan cepat dilakukan," katanya.
Secara terpisah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Langkat Abdul Khair menyampaikan sensus ini merupakan bahagian dari program pemerintah sebagai bahan perencanaan avluasi hasil pembangunan di bidang pertanian.
"Sensus ini dirancang untuk menyediakan informasi tentang populasi usaha pertanian, rumah tangga petani gurem, jumlah pohon dan ternak serta distribusi penguasaan danb pengusahaan lahan menurut golongan luas," katanya.
Dengan adanya hal tersebut, maka kerangka dan potensi pertanian khususnya rumah tangga usaha tani akan dapat diindentifikasi dan dipetakan secara baik dan tepat.
Kepala Badan Pusat Statistik Langkat, Naibaho menjelaskan dalam sensus pertanian ini akan melibatkan 1.208 orang yang diambil dari 277 kelurahan dan desa yang ada di daerah ini.
Para pencacah itu nantinya akan mengikuti pelatihan 60 kelas, dengan narasumber Kabid Statistik BPS Provinsi Sumatera Utara Dwi Prawoto, dan Kepala Dinas Pertanian Basrah Daulay.
Sensus pertanian ini akan dilakukan mulai 1-31 Mei, didahului dengan kampanye melalui pemasangan baliho, spanduk, poster, leaflet, stiker serta jingle iklan di radio.***3***Budi Suyanto
(T.KR-IFZ/B/B. Suyanto/B. Suyanto)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.