Balige, Sumut, 9/3 (ANTARA) - Target Penerimaan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, terus menunjukkan peningkatan pada setiap tahunnya, meskipun kenaikannya belum signifikan, dengan kategori di bawah 10 persen dari total pendapatan.
"Sebelumnya, PAD 2012 berjumlah Rp18.415.530.243.00 ditargetkan menjadi Rp19.006.568.000.00 pada 2013 dan pada APBD T.A 2014 diproyeksikan menjadi sebesar Rp.19.859.097.300.00," kata Kabag Humas Pemkab Toba Samosir (Tobasa), Elisber Tambunan di Balige, Sabtu.
Juru bicara Pemkab Tobasa itu menyebutkan, total pendapatan pajak daerah pada tahun anggaran 2012 sebesar Rp4.502.068.00, ditargetkan menjadi Rp4.623.808.000.00 pada 2013 dan pada APBD T.A 2014 diproyeksikan menjadi sebesar Rp4.727.171.400.00.
Hasil retribusi pada tahun anggaran 2012 yang sebelumnya hanya sebesar Rp4.979.433.000.00, ditargetkan menjadi Rp8.578.730.000.00 pada 2013 dan pada APBD T.A 2014 diproyeksikan jadi senilai Rp5.017.354.650.00.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, lanjut dia lagi, tidak mengalami perobahan dari tahun anggaran 2012 ke 2013, yakni sejumlah Rp2.640.029.243.000.00 , namun pada T.A 2014 ditargetkan menjadi Rp3.109.179.150.00.
Lain-lain PAD yang sah, tambah Elisber, pada 2012 berjumlah Rp6.294.000.000.00, namun pada 2013 targetnya menurun jadi Rp3.164.000.000.00 dan pada APBD T.A 2014 diproyeksikan kembali menjadi sebesar Rp7.005.392.100.00 "Permasalahan umum atas masih rendahnya PAD berkategori di bawah 10 persen dari total pendapatan itu, diakibatkan belum optimalnya pemerataan infrastruktur antara desa dan kota juga belum optimalnya infrastuktur pendidikan serta kesehatan," ujarnya.
Padahal, pembangunan dan peningkatan irigasi, masih sangat dibutuhkan, ditambah dengan belum meratanya akses pemukiman terhadap jaringan energi listrik dan terbatasnya sumber daya aparatur negara yang berkualitas.
Ditambahkannya, tingginya ketergantungan APBD terhadap dana perimbangan berupa DAK dan lain-lain pendapatan daerah yang sah, seperti bantuan keuangan dari provinsi, juga menjadi permasalahan umum di Kabupaten berpenduduk 197.930 jiwa yang terletak di bagian tengah provinsi Sumatera Utara tersebut.
Sementara itu, anggota DPRD Toba Samosir, Syamsuddin Manurung menilai, peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten dimaksud belum signifikan dan sejumlah potensi sumber daya yang ada perlu digali secara maksimal.
"Berbagai terobosan perlu dilakukan guna meningkatkan perolehan PAD dari tahun-tahun sebelumnya, terutama dari sektor industri pariwisata," kata politisi partai Hanura tersebut.***4*** (T.KR-JRD/C/N001)
(T.KR-JRD/C/N. Sunarto/N. Sunarto) 09-03-2013 14:00:46
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013
"Sebelumnya, PAD 2012 berjumlah Rp18.415.530.243.00 ditargetkan menjadi Rp19.006.568.000.00 pada 2013 dan pada APBD T.A 2014 diproyeksikan menjadi sebesar Rp.19.859.097.300.00," kata Kabag Humas Pemkab Toba Samosir (Tobasa), Elisber Tambunan di Balige, Sabtu.
Juru bicara Pemkab Tobasa itu menyebutkan, total pendapatan pajak daerah pada tahun anggaran 2012 sebesar Rp4.502.068.00, ditargetkan menjadi Rp4.623.808.000.00 pada 2013 dan pada APBD T.A 2014 diproyeksikan menjadi sebesar Rp4.727.171.400.00.
Hasil retribusi pada tahun anggaran 2012 yang sebelumnya hanya sebesar Rp4.979.433.000.00, ditargetkan menjadi Rp8.578.730.000.00 pada 2013 dan pada APBD T.A 2014 diproyeksikan jadi senilai Rp5.017.354.650.00.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, lanjut dia lagi, tidak mengalami perobahan dari tahun anggaran 2012 ke 2013, yakni sejumlah Rp2.640.029.243.000.00 , namun pada T.A 2014 ditargetkan menjadi Rp3.109.179.150.00.
Lain-lain PAD yang sah, tambah Elisber, pada 2012 berjumlah Rp6.294.000.000.00, namun pada 2013 targetnya menurun jadi Rp3.164.000.000.00 dan pada APBD T.A 2014 diproyeksikan kembali menjadi sebesar Rp7.005.392.100.00 "Permasalahan umum atas masih rendahnya PAD berkategori di bawah 10 persen dari total pendapatan itu, diakibatkan belum optimalnya pemerataan infrastruktur antara desa dan kota juga belum optimalnya infrastuktur pendidikan serta kesehatan," ujarnya.
Padahal, pembangunan dan peningkatan irigasi, masih sangat dibutuhkan, ditambah dengan belum meratanya akses pemukiman terhadap jaringan energi listrik dan terbatasnya sumber daya aparatur negara yang berkualitas.
Ditambahkannya, tingginya ketergantungan APBD terhadap dana perimbangan berupa DAK dan lain-lain pendapatan daerah yang sah, seperti bantuan keuangan dari provinsi, juga menjadi permasalahan umum di Kabupaten berpenduduk 197.930 jiwa yang terletak di bagian tengah provinsi Sumatera Utara tersebut.
Sementara itu, anggota DPRD Toba Samosir, Syamsuddin Manurung menilai, peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten dimaksud belum signifikan dan sejumlah potensi sumber daya yang ada perlu digali secara maksimal.
"Berbagai terobosan perlu dilakukan guna meningkatkan perolehan PAD dari tahun-tahun sebelumnya, terutama dari sektor industri pariwisata," kata politisi partai Hanura tersebut.***4*** (T.KR-JRD/C/N001)
(T.KR-JRD/C/N. Sunarto/N. Sunarto) 09-03-2013 14:00:46
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013