Medan, 23/1 (ANTARA) - Bulog melakukan jemput bola untuk melakukan operasi pasar (OP) beras di pemerintah kota/kabupaten menyusul naiknya terus harga bahan pangan utama itu hingga Rp200 per kg.
"Sub Divre Medan, Bulog misalnya dewasa ini sedang berkoordinasi dengan Pemko Medan soal OP beras itu. Ada kemungkinan besar akan ada OP di Medan karena harga beras masih tren menguat," kata Humas Bulog Sumut, Rudi, di Medan, Rabu.
Rudi mengakui, hasil pantauan Bulog dan laporan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, kenaikan harga beras terjadi sejak awal tahun 2013 dan semakin naik sejak banjir di Jakarta.
"Melihat kondisi itulah, maka Bulog siap untuk melakukan OP dan sedang melakukan koordinasi ke pemko/pemkab," katanya.
Stok beras Bulog sendiri cukup aman untuk keperluan OP tersebut.
Stok ada 75 ribuan ton dan diyakini masih akan tetap aman karena pasokan rutin tetap ada.
"Selain dari impor jatah 2012 sebanyak 5.600 ton, memang pasokan beras dari Jawa dan daerah lainnya seperti biasanya belum ada. Tetapi stok cukup aman hingga enam bulan ke depan," katanya
Pantauan harga beras di Pasar Inpres Titi Kuning, harga beras bertahan mahal setelah naik sekitar Rp100-Rp200 per kg yang diduga adanya keterkaitan dengan dampak banjir di Jakarta.
Harga beras medium jenis IR64 sudah sebesar Rp9.300 - Rp9.500 dari sebelumnya Rp9.000 - Rp9.200 per kg.
"Harga beras tidak ada lagi di bawah Rp8.000 per kg untuk jenis bawah," kata Acen, pedagang di Pasar Inpres Titi Kuning itu.
Kenaikan harga beras semakin dipicu dengan gangguan pasokan beras dari daerah Jawa dampak banjir di Jakarta.
Sebelumnya, harga beras juga sudah naik yang disebabkan masa panen belum masuk, katanya.
Petugas pemantau harga sembilan bahan pokok (sembako) Disperindag Sumut, Syofian Tanjung, mengakui kenaikan harga pada beberapa jenis barang seperti beras, bawang merah, telur dan cabai merah besar.
Harga beras di Pusat Pasar Medan, kata dia, untuk jenis medium sudah Rp9.200 per kg dari Rp9.000 per kg sebelumnya.***3***
(T.E016/B/I006/I006)
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013
"Sub Divre Medan, Bulog misalnya dewasa ini sedang berkoordinasi dengan Pemko Medan soal OP beras itu. Ada kemungkinan besar akan ada OP di Medan karena harga beras masih tren menguat," kata Humas Bulog Sumut, Rudi, di Medan, Rabu.
Rudi mengakui, hasil pantauan Bulog dan laporan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, kenaikan harga beras terjadi sejak awal tahun 2013 dan semakin naik sejak banjir di Jakarta.
"Melihat kondisi itulah, maka Bulog siap untuk melakukan OP dan sedang melakukan koordinasi ke pemko/pemkab," katanya.
Stok beras Bulog sendiri cukup aman untuk keperluan OP tersebut.
Stok ada 75 ribuan ton dan diyakini masih akan tetap aman karena pasokan rutin tetap ada.
"Selain dari impor jatah 2012 sebanyak 5.600 ton, memang pasokan beras dari Jawa dan daerah lainnya seperti biasanya belum ada. Tetapi stok cukup aman hingga enam bulan ke depan," katanya
Pantauan harga beras di Pasar Inpres Titi Kuning, harga beras bertahan mahal setelah naik sekitar Rp100-Rp200 per kg yang diduga adanya keterkaitan dengan dampak banjir di Jakarta.
Harga beras medium jenis IR64 sudah sebesar Rp9.300 - Rp9.500 dari sebelumnya Rp9.000 - Rp9.200 per kg.
"Harga beras tidak ada lagi di bawah Rp8.000 per kg untuk jenis bawah," kata Acen, pedagang di Pasar Inpres Titi Kuning itu.
Kenaikan harga beras semakin dipicu dengan gangguan pasokan beras dari daerah Jawa dampak banjir di Jakarta.
Sebelumnya, harga beras juga sudah naik yang disebabkan masa panen belum masuk, katanya.
Petugas pemantau harga sembilan bahan pokok (sembako) Disperindag Sumut, Syofian Tanjung, mengakui kenaikan harga pada beberapa jenis barang seperti beras, bawang merah, telur dan cabai merah besar.
Harga beras di Pusat Pasar Medan, kata dia, untuk jenis medium sudah Rp9.200 per kg dari Rp9.000 per kg sebelumnya.***3***
(T.E016/B/I006/I006)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013