Medan, 21/1 (ANTARA) - Bulog Sumatera Utara tahun ini menargetkan bisa membeli beras petani sebanyak 15.000 ton untuk memperkuat stok beras di daerah itu.
"Prognosa pembelian beras petani sebanyak 15.000 ton itu naik 5.000 ton dari target tahun lalu yakni 10.000 ton," kata Humas Bulog Sumut, Rudi, di Medan, Senin.
Rudi baru diangkat menjadi Humas Bulog menggantikan Rusli yang mendapat jabatan baru sebagai Kepala Kantor Seksi Logistik Bulog Sibolga.
Mantan Kepala Seksi Pelayanan Publik Bulog Sub Divre Kisaran itu menyebutkan, Bulog terus berupaya meningkatkan pengadaan beras dari lokal sesuai target pemerintah mengurangi ketergantungan atas beras impor.
Pembelian beras petani lokal itu juga dimaksudkan untuk menarik minat petani bertanam padi dan menjaga fluktuasi harga jual hasil produksi petani tersebut di dalam negeri.
"Bulog yakin, seperti tahun lalu, target pembeian beras tahun ini sebanyak 15.000 ton bisa dicapai karena ada prediksi produksi beras di Sumut juga naik tahun ini," katanya.
Tahun lalu, pembeian beras petani terealisasi sekitar 9.400-an ton atau mendekati target 2012 yang sebesar 10.000 ton.
Menyoal tentang harga beli ke petani tahun ini, kata dia, Bulog masih menunggu penetapan dari pemerintah.
Tetapi diyakini kuat harga beli akan naik dibandingkan 2012 karena mengikuti harga di pasaran yang kecenderungannya menguat, kata Rudi.
Rudi menjelaskan, sama seperti tahun lalu, pembelian terbanyak pada tahun ini diandalkan dari wilayah di bawah Sub Divisi Regional (Divre) Medan seperti Deli Serdang dan Serdang Bedagai yang merupakan sentra utama beras .
"Pembelian beras petani yang semakin banyak, sangat membantu pengadaan stok Bulog Sumut," katanya.
Dia menyebutkan stok beras Sumut ada sebanyak 70 ribuan ton dan itu cukup untuk enam bulan kebutuhan daerah itu.
Mudah-mudahan hasil panen musim tanam II yang sudah dimulai sejak Bulan November 2012 cukup bagus sehingga mempermudah Bulog melakukan pembelian beras ke petani.
Kepala Sub Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Rouly Tambunan menyebutkan, Pemerintah Provinsi Sumut terus menjaga agar pasokan dan stok sembilan bahan pokok (sembako) khususnya beras sebagai bahan pangan utama tidak bermasalah.
Selain untuk menolong masyarakat dari ketersediaan bahan pangan utama itu, penjagaan pasokan dan stok tersebut bertujuan untuk menjaga gejolak inflasi.
Selain harus ada jaminan aman dari Bulog, menurut Rouly, Disperindag juga meminta jaminan akan ketersediaan pengadaan di pasar dan stok beras itu dari pedagang dan distributor.
"Tim Disperindag secara rutin tiap hari memantau perkembangan persediaan dan harga beras dan bahan sembako lainnya di pasar termasuk melakukan koordinasi terus dengan Bulog dan distributor," katanya.***3***
(T.E016/B/I007/I007)
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013
"Prognosa pembelian beras petani sebanyak 15.000 ton itu naik 5.000 ton dari target tahun lalu yakni 10.000 ton," kata Humas Bulog Sumut, Rudi, di Medan, Senin.
Rudi baru diangkat menjadi Humas Bulog menggantikan Rusli yang mendapat jabatan baru sebagai Kepala Kantor Seksi Logistik Bulog Sibolga.
Mantan Kepala Seksi Pelayanan Publik Bulog Sub Divre Kisaran itu menyebutkan, Bulog terus berupaya meningkatkan pengadaan beras dari lokal sesuai target pemerintah mengurangi ketergantungan atas beras impor.
Pembelian beras petani lokal itu juga dimaksudkan untuk menarik minat petani bertanam padi dan menjaga fluktuasi harga jual hasil produksi petani tersebut di dalam negeri.
"Bulog yakin, seperti tahun lalu, target pembeian beras tahun ini sebanyak 15.000 ton bisa dicapai karena ada prediksi produksi beras di Sumut juga naik tahun ini," katanya.
Tahun lalu, pembeian beras petani terealisasi sekitar 9.400-an ton atau mendekati target 2012 yang sebesar 10.000 ton.
Menyoal tentang harga beli ke petani tahun ini, kata dia, Bulog masih menunggu penetapan dari pemerintah.
Tetapi diyakini kuat harga beli akan naik dibandingkan 2012 karena mengikuti harga di pasaran yang kecenderungannya menguat, kata Rudi.
Rudi menjelaskan, sama seperti tahun lalu, pembelian terbanyak pada tahun ini diandalkan dari wilayah di bawah Sub Divisi Regional (Divre) Medan seperti Deli Serdang dan Serdang Bedagai yang merupakan sentra utama beras .
"Pembelian beras petani yang semakin banyak, sangat membantu pengadaan stok Bulog Sumut," katanya.
Dia menyebutkan stok beras Sumut ada sebanyak 70 ribuan ton dan itu cukup untuk enam bulan kebutuhan daerah itu.
Mudah-mudahan hasil panen musim tanam II yang sudah dimulai sejak Bulan November 2012 cukup bagus sehingga mempermudah Bulog melakukan pembelian beras ke petani.
Kepala Sub Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Rouly Tambunan menyebutkan, Pemerintah Provinsi Sumut terus menjaga agar pasokan dan stok sembilan bahan pokok (sembako) khususnya beras sebagai bahan pangan utama tidak bermasalah.
Selain untuk menolong masyarakat dari ketersediaan bahan pangan utama itu, penjagaan pasokan dan stok tersebut bertujuan untuk menjaga gejolak inflasi.
Selain harus ada jaminan aman dari Bulog, menurut Rouly, Disperindag juga meminta jaminan akan ketersediaan pengadaan di pasar dan stok beras itu dari pedagang dan distributor.
"Tim Disperindag secara rutin tiap hari memantau perkembangan persediaan dan harga beras dan bahan sembako lainnya di pasar termasuk melakukan koordinasi terus dengan Bulog dan distributor," katanya.***3***
(T.E016/B/I007/I007)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013