Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan bantuan beras sebanyak 5.126 ton kepada warga terdampak bencana alam di wilayah tersebut.

"Penyaluran itu untuk kebutuhan pokok bagi warga yang terdampak bencana alam di wilayah Sumut," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Selasa.

Budi mengatakan penyaluran beras tersebut di antaranya untuk Kabupaten Tapanuli Tengah 1.606 ton, Kabupaten Langkat 1.367 ton, Kabupaten Tapanuli selatan 712 ton.

Lebih lanjut, ia mengatakan, penyaluran beras kepada warga terdampak bencana alam di wilayah Sumut berhenti mulai Kamis (8/1). Hanya saja, jika pemerintah kota/daerah di Sumut meminta akan disalurkan kembali.

"Secara prinsip koordinasi dengan Bapanas karena ada 1.405 ton masih bisa menyalurkan, tapi tergantung permintaan daerah," ujar dia.

Menurut Budi, penyaluran terhenti dimungkinkan sejumlah daerah yang terdampak bencana di Sumut akses jalan mulai membaik, jadi distribusi beras di pasar mulai membaik.

Penyaluran beras bencana alam tersebut merupakan berdasarkan ketentuan Bapanas, masing-masing warga terdampak bencana mendapatkan 250 gram per hari dikalikan jumlah hari tanggap darurat.

"Dengan demikian setiap warga terdampak mendapatkan 3,5 kilogram beras untuk 14 hari atau per periode tanggap darurat," katanya.

Budi mengatakan bantuan berupa beras berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dikelola dan disimpan di gudang-gudang milik Bulog.

Pihaknya mengatakan penyaluran beras CPP tersebut berdasarkan instruksi dari Kepala Badan Pangan Nasional atas permohonan dari masing bupati, wali kota, gubernur yang telah menetapkan status tanggap darurat bencana di wilayah masing-masing.

Pewarta: M. Sahbainy Nasution

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2026