Fabio Quartararo mengungkapkan apa yang perlu dibenahi Yamaha musim ini ketika kejuaraan MotoGP tinggal menyisakan tiga seri sedangkan perebutan gelar juara dunia masih terbuka lebar.

Pebalap tim Petronas Yamaha itu telah mengantongi tiga kemenangan musim ini, meski dihantui penampilan tidak konsisten, dan berada di peringkat dua klasemen dengan selisih 14 poin dari pemuncak, Joan Mir dari tim Suzuki Ecstar.

"Aku rasa setiap pebalap memilki motor yang mungkin unggul di satu sisi namun kurang di sisi lainnya," kata Quartararo di sesi jumpa pers Grand Prix Eropa di Valencia, seperti dilansir laman resmi MotoGP, Jumat (6/11)

Baca juga: Tiga balapan tersisa, siapa juara MotoGP 2020?

"Kita melihat keunggulan Yamaha adalah sangat menekan batasnya dalam satu putaran, kami bisa merasakan daya cengkeram yang tinggi, dan kemudian ketika tiba balapan sangat sulit bagi kami jika start dari belakang.

Kecepatan satu lap Yamaha telah membawa pebalap Prancis itu sembilan kali start dari baris terdepan, empat di antaranya dari pole position, di 11 balapan yang telah digelar musim ini.

Namun tidak jarang Quartararo melempem di balapan dan posisinya melorot ke barisan belakang.

Sebaliknya, duet Suzuki Ecstar sering kewalahan di babak kualifikasi dan kesulitan mendapatkan posisi start terdepan. Namun paket motor GSX-RR mereka terbukti lebih mumpuni untuk jarak panjang di balapan.

"Kita melihat Joan (Mir) dan Alex (Rins) mereka melakukan lap pertama dengan luar biasa dan hingga akhir balapan sangat cepat dan ini adalah sesuatu yang kami sangat kewalahan menghadapinya," kata Quartararo.

"Terkadang kami sangat kesulitan menemukan kecepatan di sepanjang akhir pekan... secara umum ini musim yang sulit, tidak mudah tapi aku bisa bilang tergantung dengan paket yang kalian pakai di kualifikasi dan balapan, yang mana yang lebih kuat. Aku rasa itu yang membuat perbedaan," pungkas sang pebalap Prancis.
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020