Justin Gaethje mengaku kecewa setelah dihancurkan Khabib Nurmagomedov dalam pertarungan UFC 254, Minggu, tetapi secara bersamaan juga optimistis menatap masa depanmerebut sabuk juara dunia kelas berat saat melawan Conor McGregor.

Pensiunnya Khabib menperbesar peluang dia menjadi petarung nomor satu kelas berat ringan UFC dan dia  sabar untuk segera kembali ke octagon meladeni McGregor demi sabuk juara yang saat ini kosong dan sudah dilepaskan Khabib.

“Dengan (Khabib) pensiun, maka saya menjadi petarung nomor satu,” kata Gaethje dikutip MMA Fighting News, Minggu.

“(Dustin) Poirier dan McGregor akan bertarung. Mereka belum menyatakannya secara resmi, jadi jika McGregor ingin mendapatkan sabuk, saya ada di sini,” kata dia.

Baca juga: Khabib Nurmagomedov pensiun setelah kalahkan Gaethje

Poirier yang mengalahkan Gaethje pada April 2018 lalu setuju melawan McGregor dalam ajang UFC pada 23 Januari. Namun pertarungan tersebut belum dikonfirmasi oleh kedua pihak.

Presiden Dana White pada awal pekan ini mengaku  sedang berusaha mewujudkan duel ini tetapi baik perwakilan Poirier maupun McGregor belum juga menanggapi tawaran itu.

Baca juga: Khabib Nurmagomedov beri pesan menyentuh usai kalahkan Justin Gaethje

Sementara itu, Gaethje optimistis bisa melakoni duel selanjutnya sebab dalam pertarungan melawan Khabib, dia tak banyak mengalami cedera. Petarung AS itu hanya tak sadarkan diri akibat serangan telak yang dilepaskan petarung Rusia Khabib pada ronde kedua.

“Tercekik hanyalah mimpi kecil yang indah, dan itu berlanjut ke mimpi berikutnya,” ucap Gaethje menceritakan momen saat dia mendapat "triangle choke" dari Khabib.

“Saya bukan dokter, tapi yakin tak akan ada konsekuensi serius ketika Anda tercekik, saya menyukainya. Dan sekarang ada sabuk yang harus diperebutkan,” pungkasnya.

Pewarta: Shofi Ayudiana

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020