Barcelona menegaskan bahwa mereka memiliki peluang yang sama besar dengan Bayern Muenchen untuk memenangkan laga perempat final mereka pada Liga Champions meskipun tampil jauh kurang meyakinkan saat menang 3-1 melawan Napoli, Minggu dini hari.

Tiga gol pada babak pertama yang dicetak Clement Lenglet, Lionel Messi dan Luis Suarez membawa Barca ke turnamen 'Final Delapan' di Lisbon di mana akan menghadapi juara Liga Jerman yang menelan Chelsea 4-1 untuk agregat 7-1 dalam laga leg kedua 16 besar mereka.

Baca juga: Barcelona dan Lionel Messi torehkan rekor baru usai kalahkan Napoli

Kemenangan Barca dalam agregat 4-2 atas Napoli mungkin saja meyakinkan, namun fakta menunjukkan tim Italia asuhan Gennaro Gattuso-lah yang mendominasi babak kedua setelah Lorenzo Insigne mencetak gol pada akhir babak pertama.

Baca juga: Gattuso kecewa atas kekalahan Napoli atas Barcelona

Tetap saja pelatih Barca Quique Setien menyatakan timnya yang dianggap sebelah mata saat melawan Bayern yang begitu dominan di liga musim ini dan kebalikan dari tim Catalan yang tertatih-tatih hingga tak mendapatkan satu pun gelar domestik.

"Ini akan berat bagi kami karena mereka telah melewati musim yang hebat dan mendominasi laga mereka. Akan sulit bagi kami tetapi juga bagi mereka. Mereka memang tim yang hebat, tapi demikian juga kami," kata Setien dalam jumpa pers seperti dikutip Reuters.

Striker Barca Luis Suarez mengamininya dengan berkat, "peluangnya seimbang, 50 lawan 50. Bayern memang tim besar, salah satu calon juara kompetisi ini, tapi ini 11 lawan 11 selama 90 menit."

Barca mengalahkan Bayern pada semifinal edisi 2015 yang merupakan terakhir kali mereka menang dalam kompetisi ini dan itu membalaskan kekalahan 0-7 lawan Bayern pada empat besar edisi 2013.

Bayern dihantui penampilan buruk selama dua tahun terakhir di Liga Champions ketika berbalik kalah saat sudah unggul 4-1 melawan AS Roma pada 2018 dan 3-0 atas Liverpool tahun lalu.

Gelandang Sergi Roberto mengatakan fakta bahwa pertemuan dengan Bayern nanti hanya sekali pertandingan bukan dua leg sebagaimana biasa gara-gara pandemi COVID-19, mengartikan peluang akan sama-sama besar.

"Setiap pertandingan memiliki dunianya sendiri yang berbeda. Tak ada favorit dalam Liga Champions musim ini, semua orang bisa kalah atau seri dalam pertandingan satu leg," kata dia.

"Setiap pertandingan akan dirasa final sehingga kami harus sangat berkonsentrasi."

Namun demikian, legenda Bayern Lothar Matthaeus justru menganggap Bayern adalah favorit pemenang pertandingan Jumat pekan depan itu.

"Biasanya Barcelona punya cukup kualitas untuk menghasilkan yang terbaik dari mereka dalam satu pertandingan, tetapi saya kira Bayern tidak akan banyak membuat kesalahan dan melakukan banyak kesalahan akan kalah melawan Barcelona ini," kata dia kepada Sky Sport Jerman.

Pewarta: Jafar M Sidik

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020