Jose Mourinho kehabisan kambing hitam setelah timnya tampil di bawah standar dan kalah 0-3 melawan RB Leipzig dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions yang membuat mereka tersingkir dari kompetisi tersebut kendati berstatus runner-up.

Dalam beberapa kesempatan, Mourinho kerap menjadikan gelandang rekrutan termahal Tottenham musim ini Tanguy Ndombele sebagai sasaran kritik tiap kali timnya kalah.

Baca juga: Jose Mourinho: musim pertama Steven Bergwijn di Spurs sudah berakhir

Kini, Mourinho memilih reaksi realistis dengan menjadikan cedera yang bertubi-tubi mendera para pemainnya sebagai alasan kekalahan dalam pertandingan yang digelar di Red Bull Arena, Leipzig, Jerman, pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

Baca juga: Mourinho kecewa berat terhadap pemain termahal Spurs

"Tak ada yang bisa disalahkan ketika hampir di setiap pertandingan kami mendapat cedera traumatis yang sepertinya selalu membuat pemain absen berbulan-bulan," kata Mourinho selepas pertandingan dilansir laman resmi UEFA.

"Itulah catatan kami musim ini. Memang ada masalah lain, tetapi catatan buruk dimulai ketika Hugo (Lloris) mengalami cedera pertamanya," ujarnya menambahkan.

"Sejak itu cedera datang bertubi-tubi. Saya tidak bisa menyalahkan pemain, mereka sudah memberikan segalanya," katanya lagi.

Tottenham memang cukup sering diterpa badai cedera musim ini, bahkan Mourinho kehilangan tak kurang dari empat pilar penting hingga akhir musim yakni Harry Kane, Moussa Sissoko, Son Heung-min dan rekrutan baru Steven Bergwijn.

Bahkan, Mourinho mengaku ia baru tahu bek tengah Davinson Sanchez tidak bisa tampil melawan Leipzig hanya beberapa jam sebelum sepak mula leg kedua.

Juru taktik asal Portugal itu bahkan mengklaim tidak ada seorang pelatih pun di dunia bisa mengatasi situasi yang tengah dialaminya di Tottenham.

"Kami mempersiapkan pertandingan ini dengan baik, tiba-tiba beberapa jam sebelum dimulai saya baru mengetahui Sanchez tidak bisa main," ujar Mourinho.

"Itu sungguh buruk bagi semua orang dan saya pikir tidak seorang pun bisa mengatasi keadaan ini," pungkasnya.

Selain tersingkir dari Liga Champions, Tottenham terancam musim depan tidak bisa tampil di kompetisi antar klub Eropa paling bergengsi tersebut.

Pasalnya, saat ini Tottenham tertahan di urutan kedelapan klasemen dengan koleksi 41 poin dan masih harus mengejar jarak tujuh poin di sisa musim yang ada.
 

Pewarta: Gilang Galiartha

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020