Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai penunjukan kader Partai Perindo Angela Herliani Tanoesoedibjo sebagai salah satu calon wakil menteri (wamen) Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi) kental nuansa politis.

"Jabatan wakil menteri itu kan jabatan politis, maka pertimbangan politis saya kira tidak bisa kita nafikan," ujar Emrus saat dihubungi, di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, status Angela sebagai anak dari Ketua Umum Perindo Hari Tanoesoedibjo menjadi salah satu faktor utama penunjukan tersebut.

Perindo merupakan salah satu partai pendukung pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019.

"Bahwa memang dukungan di saat kampanye saya kira bisa berelasi terhadap adanya jabatan politis di kementerian atau wamen itu. Saya kira itu tidak bisa kita nafikan begitu saja," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner itu.

Namun, Emrus meminta kepada masyarakat untuk tidak serta merta menilai negatif penunjukan Angela sebagai salah satu wakil menteri.

Menurut dia, sosok muda seperti Angela perlu diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam membantu mengelola sebuah kementerian.

Peran keluarga yang berlatar politisi dan pengusaha, menurut Emrus, cukup menguntungkan bagi perempuan 32 tahun itu. Angela diyakini telah memiliki kemampuan dalam hal manajerial maupun kepemimpinan.

Emrus kemudian mengingatkan kembali momen saat Susi Pudjiastuti pertama kali diperkenalkan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada periode pertama pemerintahan Jokowi.

Saat itu, kata dia, banyak orang yang meragukan kemampuan Susi, lantaran latar belakang pendidikannya yang hanya lulusan sekolah menengah pertama.

"Banyak juga pandangan under estimate terhadap beliau, tetapi ternyata Ibu Susi produktif dan berhasil. Maksud saya walaupun misalnya ada yang mempertanyakan hal tersebut, saya kira itu hak publik, dan sekaligus energi yang memotivasi teman-teman yang menjadi menteri di usia muda, seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Emrus.

Pewarta: Fathur Rochman

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019