Sebanyak 25 pelajar tingkat SMA dan SMP yang bolos sekolah terjaring dalam Operasi (Ops) Kasih Sayang yang dilancarkan Tim Gabungan Pemkot Tanjungbalai, Selasa (6/8).

Dalam razia itu, petugas gabungan dari Dinas Pendidikan, Polres, Satpol PP,  Kesbangpol dan Kementerian Agama Kota Tanjungbalai menyisir sejumlah tempat seperti warnet, cafe, kantin dan tempat-tempat nongkorong pelajar bolos.

Ketua Tim Ops, Daniel mengatakan, pelajar yang terjaring berjumlah 25 orang dengan rincian SMA 10 orang, SMK 1 orang, Aliyah 5 orang dan 9 pelajar SMP.

"Mereka terjaring ketika  nongkrong di sejumlah lokasi disaat proses belajar mengajar sedang berlangsung," kata Daniel.

Ia melanjutkan semua pelajar yang terjaring dibawa ke Dinas pendidikan Kota Tanjungbalai untuk dilakukan pendataan yakni, nama lengkap, asal sekolah, nama orang tua dan alasan mereka bolos sekolah.

Setelah memanggil pihak sekolah, pelajar bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan bolos serta diberi bimbingan dan arahan.

"Selanjutnya mereka dikembalikan ke sekolah masing-masing untuk tindakan selanjutnya," katanya.

Ia mengatakan operasi kasih sayang tersebut rutin digelar sebagai upaya meminimalisir perbuatan bolos sekolah kalangan pelajar serta upaya mencegah pelajar terlibat tindak kriminal.

"Selain program rutin Dinas Pendidikan untuk meminimalkan pelajar bolos, operasi kasih sayang ini bertujuan untuk mencegah para pelajar terlibat tindak kriminal. Kami berharap Ops Kasih Sayang ini didukung semua pihak," ujar Danial.

 

Pewarta: Yan Aswika

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019