Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah akan dan sudah seharusnya mempermudah perizinan khususnya untuk usaha industri bahan jadi, berorientasi ekspor dan termasuk usaha produksi bahan baku yang selama ini diimpor.

Kemudahan perizinan untuk sektor - sektor itu, ujar Presiden di Medan, Jumat penting agar ekspor Indonesia semakin besar, kemudian tidak tergantung barang impor khususnya untuk bahan baku industri.

"Oleh karena itu saya selalu dan ingatkan agar tidak terlalu banyak peraturan yang bisa membuat hambatan berusaha," katanya.

‌Sambil tertawa, Presiden Joko Widodo yang menggunakan kemeja putih lengan/tangan panjang dan celana hitam itu menyebutkan kalau memang tidak terlalu banyak masalah, izin usaha industri untuk mendorong ekonomi Indonesia tersebut ditandatangani saja sambil "tutup mata".

Dia mengatakan itu pada tanya jawab di acarra Silaturahim Dengan Insan Pers di Medan yang dihadiri sejumlah pimpinan redaksi media massa.

Menurut Presiden yang didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, selain mempermudah perizinan, pemerintah terus membangun infrastruktur yang penting untuk mendukung pertumbuhan industri dan khususnya ekspor.

Di Sumut misalnya ada pembangunan Pelabuhan Kualatanjung yang kalau mau jujur "diitakuti" negara lain yang sebelumnya menjadi andalan eksportir.

Kemudian pembangunan jalan tol yang akan memperlancar lalu lintas barang dan manusia, walau pembangunan jalan bebas hambatan itu ternyata masih tetap lebih sedikit dari negara lain akibat dana anggaran yang terbatas.

"Memang harus ada strategi bisnis dan termasuk membangun ekosistim yang kuat agar perekonomian Indonesia semakin bertumbuh," katanya.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu berjalan santai seperti yang ditegaskan Jokowi saat awal pertemuan.

"Santai saja ya, saya mau mengetahui apa permasalahan di tengah masyarakat khususnya Sumut," katanya.

Meski santai, Jokowi berulangkali mengingatkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mencatat pertanyaan, informasi dan usulan dari para pemimpin redaksi media massa di Sumut.

Termasuk permintaan Ketua Serikat Perusahaan Pers Sumut, Farianda Putra Sinik yang meminta pemerintah menghapus PPN pada harga kertas yang menyulitkan bisnis perusahaan surat kabar ditengah minat beli koran yang turun.

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019