Medan, 12/6 (Antara) - Perum Bulog Sumatera Utara, meminta pemerintah kota/kabupaten bekerjasama untuk melakukan operasi pasar daging sapi beku seharga Rp80.000 per kg menyusul masih bertahan mahalnya harga daging itu di pasar.


"OP daging harus diperkuat agar harga jual di pasar bisa bergerak stabil seperti harga bahan pokok lainnya pascaOP dan pasar murah yang dilakukan pemerintah," kata Kepala Perum Bulog Sumut, Fatah Yasin di Medan, Minggu.


Menurut dia, stok daging sapi Bulog semakin banyak dengan masuk dan sedang dalam perjalanannya komoditas itu dengan total 11an ton dari total kuota untuk Sumut sebanyak 300an ton selama Ramadhan.


"Bulog sendiri sudah melakukan OP daging sapi di Medan dan sekitarnya sebanyak satu ton," katanya.


Setelah Medan, akan dilanjutkan di Pematangsiantar yang menjadi salah satu kota yang dijadikan indeks harga konsumen (IHK) di Sumut.


Untuk Siantar, kata dia, sudah dipersiapkan sebanyak dua ton.


"OP daging akan terus digulirkan Bulog dan Bulog berharap pemkab/pemkot proaktif bekerjasama memasarkan daging beku seharga Rp80.000 per kg agar langkah itu efektif sehingga bisa membantu kestabilan harga di pasar," katanya.


Fatah mengaku, dewasa ini, hanya harga daging yang belum kembali normal atau di atas Rp110.000 per kg.


Dia menjelaskan, Bulog sudah melakukan OP sejak Selasa, 7 Mei lalu meski tahap awal dilakukan di gerai Bulog Mart di Kantor Bulog Sumut, Gatot Subroto, Medan.


Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut, Difi A Johansyah mengaku tim terus bekerja keras melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan harga bahan pokok yang sempat naik di awal Ramadhan.


"Alhamdulillah sejumlah kebutuhan pokok seperti bawang dan cabai merah sudah mulai stabil," katanya.


Berbagai instansi terkait seperti Bulog, kata dia, memang diminta terus melakukan OP khususnya terhadap daging sapi dan bawang merah.


"Walau harga bawang merah sudah mulai turun menjadi Rp30ribuan per kg dari sebelumnya Rp46ribuan, tetapi Bulog masih diminta melakukan OP dengan harga Rp25ribu per kg," kata Difi yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut. 

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Ribut Priadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016