Tapanuli Selatan,27/4 (Antarasumut) - Penggunaan metodologi Buku berjenjang untuk kelas rendahan bantuan USAID disosialisakan pemakaiannya kepada peserta didik di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Tapsel Ahmad Buchori Siregar mengatakan buku USAID yang disosialisasikan ada 900 judul buku yang akan dibagikan di sekolah-sekolah percontohan.
Terkait juga tindak lanjut Memory of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan antara Pemkab Tapsel (Bupati) dengan USAID beberapa waktu lalu.
Kepala seksi Sekolah Dasar Disdik Tapsel, Umar Halomoan kepada peserta sosialisasi di Kecamatan Angkola Barat, Selasa mengatakan, Bali sebagai pilot projek USAID sudah berhasil mengembangkan buku ini. Kemudian Kementerian Pendidikan RI menginstruksikannya untuk dikembangkan secara nasional.
"Buku berjenjang kelas rendah yang akan dibagikan kesekolah sekolah pilot projek secara gratis dinilai cukup berhasil guna dalam rangka peningkatan minat baca tulis dan berhitung siswa," kata Umar.
Disdik Tapsel dalam hal ini turut serta mendorong pihak sekolah dalam mengikuti sosialisasi, karena, pendidikan itu di kelas rendah kelas dasar dengan target bisa membaca, dan berhitung.
"Ada pola yang akan ditanamkan untuk anak anak, bagaimana seorang anak gemar membaca, menulis dan berhitung. Kemudian yang pada akhirnya menjadi sebuah kebiasaan atau budaya sampai dia kelas tinggi atau sampai SMA," harap Umar.
Buku bantuan USAID tambahnya cukup sederhana dengan banyak memiliki gambar gambar sehingga membuat daya tarik tersendiri bagi anak untuk memiliki keingintahuan anak membacanya.
Kegiatan ini sudah dilaksanakan 10 titik dari 14 titik Kecamatan se-Tapsel. Fasilitatornya asal daerah dan sudah terlebih dahulu mendapatkan pelatihan di tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016