l


Medan, (Antara) - Bulog Sumatera Utara berbisnis cabai merah dengan menjual dalam bentuk segar, giling, kering hingga bubuk untuk menolong petani dari keterpurukan harga jual saat masa panen raya.

"Bisnis itu dilakukan karena hingga dewasa ini Bulog masih terus melakukan pembelian ke petani di daerah produsen menyusul harga jual yang sedang turun akibat masa panen raya," kata Kepala Bulog Sumut, Fasika Khaerul Zaman di Medan, Kamis.

Hingga dewasa ini, jumlah cabai petani yang sudah dibeli Bulog mencapai 42,5 ton atau masing-masing 40 ton milik petani di Kabupaten Batubara dan 2,5 ton di Simalungun.

Dari sejumlah pembelian itu, katanya, stok atau cabai yang belum terjual dan tersimpan di gudang Bulog mencapai 26 ton.

"Agar Bulog juga tidak merugi besar dari tugas sebagai penyanggah itu, maka Bulog membisniskan komoditas tersebut mulai dengan menjual langsung ke pasar dalam bentuk segar, sudah digiling, dikeringkan hingga bentuk bubuk," katanya.

Fasika tidak merinci berapa investasi atau modal untuk membeli cabai petani itu dengan alasan sudah dipersiapkan Bulog Pusat.

"Pemerintah melalui Bulog berkeinginan agar petani tidak merugi dari panen komoditasnya yang dikhawatirkan menimbulkan keengganan bertanam kembali," katanya.

Namun dia mengakui, harga beli cabai merah ke petani dilakukan di atas harga biaya usaha tani cabai petani yang di kisaran Rp7.250 per kg.

Dia menegaskan, bisnis cabai yang dilakukan Bulog mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumut dan termasuk Bank Indonesia.

"Di beberapa kegiatan, cabai segar dan produk olahan lainnya itu berhasil dijual Bulog baik ke pegawai, rumah tangga lainnya hingga ke penampung," katanya.

Langkah Bulog, katanya, diharapkan membuat harga cabai itu kembali stabil atau bergerak naik sehingga petani tidak dirugikan.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Didi A Johansyah menyebutkan, BI terus melakukan pembinaan kepada petani mulai petani cabai, bawang merah hingga padi.

"Bantuan antara lain dengan memberikan pendamping ahli, peralatan dan benih kepada kelompok tani diharapkan bisa meningkatkan produktivitas hasil panen sehingga petani semakin sejahtera dan ketersedian berbagai komoditas di pasar memadai yang pada akhirnya bisa menekan inflasi," katanya. ***3***
(T.E016/B/F.C. Kuen/F.C. Kuen) 16-04-2015 23:11:3

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2015