Medan,  (Antara) - Bulog Sumatera Utara menegaskan jumlah penerima beras warga miskin atau raskin di daerah itu hingga April sudah 60 persen atau 25.967 ton.

"Sudah semua kabupaten/kota mengajukan SPA (Surat Perintah Alokasi) dan penyaluran berjalan lancar atau 60 persen hingga akhir pekan lalu,"kata Humas Bulog Sumut, Rudi Adlyn di Medan, Selasa.

Bulogi, kata dia, berupaya maksimal memperlancar penyaluran raskin.

Selain karena memang kewajiban Bulog, juga untuk kepentingan membantu menjaga stabilisasi harga beras di pasar.

Dengan adanya beras di tangan masyarakat, maka pembelian berass di pasar tidak mengalami lonjakan sehingga bisa meredam lonjakan harga.

"Alhamdulillah, harga beras di Sumut relatif stabil meski produksi tren menurun karena sebagian besar sudah habis panen,"katanya.

Selain memperlancar raskin, Bulog berupaya memperkuat stok guna menjaga stabilisasi harga beras di pasar.

Stok beras ada 24.000 ton dan akan ada masuk 6.000 ton dari Jawa Timur.

Rudi menyebutkan, tahun ini, penerima raskin tidak perubah dari 2014 atau sebanyak 746.220 rumah tangga sasaran. (RTS ).

Selain jumlah penerima RTS-nya tidak berubah, jumlah alokasi per bulannya juga tidak tetap atau 15 kg per bulan sehingga penyaluran setiap bulannya sebesar 11.193.300 kg.

Haaga Raskin juga tidak berubah yakni Rp1.600 per kg dengan alokasi yang tetap tetap selama 12 bulan.

"Bulog dan Pemprov Sumut berkeinginan kuat untuk semakin memperlancar penyaluran,Tahun 2014, penyaluran Raskin di Sumut mendekati 99 persen atau 98 persen lebih,"katanya.

Anggota DPD RI utusan Sumut, Parlindungan Purba menyebutkan, alokasi raskin harus semakin diperlancar.

"Kelancaran alokasi sangat penting untuk membantu masyarakat di tengah kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak),"katanya.

Apalagi, data BPS (Badan Pusat Statistik ) menunjukkan jumlah warga miskin di Sumut bertambah di 2014 dampak krisis global..

Jumlah penduduk miskin di Sumut bertambah sebesar 73.900 orang atau mencapai 1.360.600 orang hingga September 2014 dari di Maret 1.286.700 orang.

Pertambahan penduduk miskin di Sumut terjadi di pedesaan dan perkotaan.

Di pedesaan penduduk miskin bertambah sebanyak 38.600 orang atau menjadi 693.100 orang dan di perkotaan naik 35.300 orang hingga mencapai 667.500 orang.

Dia menjelaskan, pada September garis kemiskinan di Sumut secara total sebesar Rp330.663 per kapita per bulan, di mana di perkotaan Rp349.372 dan di pedesaan sebesar Rp312.493 .

"Dengan bertambahnya jumlah penduduk miskin, maka persentase kemiskinan juga meningkat atau mencapai 9,85 persen dari jumlah penduduk Sumut,"katanya.***4***

(T.E016/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 07-04-2015 18:12:27

Pewarta: Esa Siregar

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2015