Medan, 9/3 (Antara) -Bulog menjamin stok beras di Sumatera Utara masih tetap aman hingga tiga bulan ke depan atau Juni 2015, meski pasokan beras antarpulau untuk daerah itu belum ada hingga memasuki bulan Maret.
"Masih ada stok beras sisa pasokan akhir tahun 2014 sebesar 40 ribuan ton. Jumlah itu cukup untuk tiga bulan lebih alokasi daerah itu yang tiap bulannya 11 ribuan ton," ujar Humas Bulog Sumut, Rudi Adlyn di Medan, Senin.
Menurut dia, pasokan beras Pemerintah dengan sistem antarpulau itu baru dijadwalkan masuk akhir Maret atau April 2014.
Beras itu rencana masuk dari Sulawesi Selatan sebanyak 6.000 ton.
"Kalau beras itu masuk, maka stok akan semakin aman, meski pembelian beras ke petani juga belum ada realisasinya," katanya.
Rudy menegaskan, stok beras Bulog yang terjaga dan lagi masih adanya panen padi di sejumlah daerah di Sumut, membuat harga beras di daerah itu tetap terjaga stabil.
Stabilnya harga beras di Sumut, terlihat dari tidak adanya permintaan operasi pasar beras dari kabupaten/kota di provinsi itu.
Kepala Sub bagian Program Dinas Pertanian Sumut, Lusyantini menyebutkan, produksi padi Sumut pada Januari 2015 cukup bagus atau mencapai 418.145 ton dengan panen seluas 103.175 hektare.
Dia mengakui, hingga kini sebagian besar kawasan pertanian masih sedang panen padi sehingga produksi beras di Sumut tetap banyak baik di tangan petani maupun pedagang.
"Meski aman, Distan terus melakukan pengawasan ketat terhadap kawasan pertanian, apalagi sudah ada sebagian daerah yang mulai memasuki masa tanam," katanya.***3***
(T.E016/B/I.K. Sutika/I.K. Sutika)
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2015
"Masih ada stok beras sisa pasokan akhir tahun 2014 sebesar 40 ribuan ton. Jumlah itu cukup untuk tiga bulan lebih alokasi daerah itu yang tiap bulannya 11 ribuan ton," ujar Humas Bulog Sumut, Rudi Adlyn di Medan, Senin.
Menurut dia, pasokan beras Pemerintah dengan sistem antarpulau itu baru dijadwalkan masuk akhir Maret atau April 2014.
Beras itu rencana masuk dari Sulawesi Selatan sebanyak 6.000 ton.
"Kalau beras itu masuk, maka stok akan semakin aman, meski pembelian beras ke petani juga belum ada realisasinya," katanya.
Rudy menegaskan, stok beras Bulog yang terjaga dan lagi masih adanya panen padi di sejumlah daerah di Sumut, membuat harga beras di daerah itu tetap terjaga stabil.
Stabilnya harga beras di Sumut, terlihat dari tidak adanya permintaan operasi pasar beras dari kabupaten/kota di provinsi itu.
Kepala Sub bagian Program Dinas Pertanian Sumut, Lusyantini menyebutkan, produksi padi Sumut pada Januari 2015 cukup bagus atau mencapai 418.145 ton dengan panen seluas 103.175 hektare.
Dia mengakui, hingga kini sebagian besar kawasan pertanian masih sedang panen padi sehingga produksi beras di Sumut tetap banyak baik di tangan petani maupun pedagang.
"Meski aman, Distan terus melakukan pengawasan ketat terhadap kawasan pertanian, apalagi sudah ada sebagian daerah yang mulai memasuki masa tanam," katanya.***3***
(T.E016/B/I.K. Sutika/I.K. Sutika)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2015