Medan, 25/9 (Antara)- Bulog Sumatera Utara (Sumut) masih membuka "kran" penyaluran beras bencana ke Kabupaten Karo menyusul masih diperpanjangnya masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Sinabung sampai satu pekan ke depan sejak 23 September.

"Bulog tetap akan menyalurkan beras bencana alam kalau ada permintaan dari Pemkab Karo karena masa tanggap darurta bencana Sinabung masih ada. Hingga saat ini sudah 7,2 ton beras yang dislaurkan," kata Humas Bulog Sumut, Rudi, di Medan, Rabu.

Pascaletusan Sinabung Minggu (15/9) dinihari hingga saat ini Bulog sudah menyalurkan bantuan untuk korban di Kabupaten Karo sebanyak 7,2 ton beras.

Beras yang diambil dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog itu disalurkan untuk kebutuhan pengungsi yang sempat berada di 20an lebih lokasi penampungan, katanya.

"Bulog siap saja menyalurkan beras lagi kalau diminta, karena selain kewajiban juga stok beras cukup aman," ujar Rudi.

Saat ini stok beras Bulog ada sekitar 40.000 ton yang bisa memenuhi kebutuhan daerah itu hingga awal tahun 2014.

Stok akan semakin aman karena beras dari DKI Jakarta dan Jawa Timur yang sejumah 15.000 ton sudah masuk secara bertahap.

Koordinator Humas Penanggulangan Bencana Gunung Sinabung, Jhonson Tarigan, sebelumnya menyebutkan, perpanjangan masa tanggap darurat tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Karo Nomor: 361/255/Bakesbang/2013, tanggal 23 September 2013.

Perpanjangan masa tanggap darurat itu merupakan hasil rapat pejabat dari pihak terkait di Kabanjahe, Karo.

Dia mengakui awalnya pada tanggal 22 September atau Minggulalu, masa tanggap darurat bencana letusan Gunung Sinabung dinyatakan telah berakhir sejak diberlakukan 15 September saat terjadi erupsi pertama. ***4***
(T.E016/B/Farochah/Farochah)

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013