Medan, 11/7 (Antara)- Sejumlah pemerintah kota dan kabupaten di Sumatera Utara mulai mengajukan usulan untuk melakukan operasi pasar (OP) beras dengan alasan harga bahan pangan utama itu terus bergerak naik, kata Rudi, Kepala Humas Bulog Sumut.
"Dari sejumlah daerah, dua di antaranya yakni Pemkot Medan dan Tebing Tinggi sudah resmi melakukan permintaan OP ke Bulog dan dewasa ini sedang dalam tahap koordinasi dengan Sub Divre Medan yang membawahi sembilan kota/kabupaten termasuk dua kota itu (Medan dan Tebing Tinggi)," kata Rudi di Medan, Kamis.
Sesuai ketentuan, kata dia, OP beras memang bisa dilakukan kalau ada permintaan dari pemkot/pemkab setelah melihat harga beras di pasaran.
"Bulog sendiri siap menggelontorkan beras untuk OP itu karena selain memang merupakan kewajiban atau tugas juga karena stok sangat terjamin," katanya.
Stok beras di Sumut, kata dia, termasuk 5.000 ton yang baru masuk dari DKI Jakarta akhir pekan lalu ada sebanyak 61.000 ton, dan jumlah itu mencukupi untuk hampir enam bulan kebutuhan provinsi itu yang sebanyak 11.193.300 kilogram per bulan.
Untuk harga OP, kata dia, tentunya di bawah harga jual beras Bulog yang dewasa ini sebesar Rp7.500 per kg.
"Pantauan Bulog memang harga beras di Medan untuk jenis IR 64 setara beras Bulog sudah sebesar Rp8.500 per kg,"katanya.
Pedagang sembilan bahan pokok (sembako) di Pusat Pasar Medan, Acai, mengaku, harga beras naik sedikit atau Rp100 per kg.
"Meski naik sedikit, tetapi karena harga sebelumnya sudah mahal, yah semakin terasa,"katanya.
Harga beras jenis IR 64, kata dia, paling murah Rp8.500 per kg dari harga normal Rp7.600 per kg dan kuku balam menjadi Rp12.600 per kg dari Rp11.500 per kg.***3***
(T.E016/B/Farochah/Farochah)
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013
"Dari sejumlah daerah, dua di antaranya yakni Pemkot Medan dan Tebing Tinggi sudah resmi melakukan permintaan OP ke Bulog dan dewasa ini sedang dalam tahap koordinasi dengan Sub Divre Medan yang membawahi sembilan kota/kabupaten termasuk dua kota itu (Medan dan Tebing Tinggi)," kata Rudi di Medan, Kamis.
Sesuai ketentuan, kata dia, OP beras memang bisa dilakukan kalau ada permintaan dari pemkot/pemkab setelah melihat harga beras di pasaran.
"Bulog sendiri siap menggelontorkan beras untuk OP itu karena selain memang merupakan kewajiban atau tugas juga karena stok sangat terjamin," katanya.
Stok beras di Sumut, kata dia, termasuk 5.000 ton yang baru masuk dari DKI Jakarta akhir pekan lalu ada sebanyak 61.000 ton, dan jumlah itu mencukupi untuk hampir enam bulan kebutuhan provinsi itu yang sebanyak 11.193.300 kilogram per bulan.
Untuk harga OP, kata dia, tentunya di bawah harga jual beras Bulog yang dewasa ini sebesar Rp7.500 per kg.
"Pantauan Bulog memang harga beras di Medan untuk jenis IR 64 setara beras Bulog sudah sebesar Rp8.500 per kg,"katanya.
Pedagang sembilan bahan pokok (sembako) di Pusat Pasar Medan, Acai, mengaku, harga beras naik sedikit atau Rp100 per kg.
"Meski naik sedikit, tetapi karena harga sebelumnya sudah mahal, yah semakin terasa,"katanya.
Harga beras jenis IR 64, kata dia, paling murah Rp8.500 per kg dari harga normal Rp7.600 per kg dan kuku balam menjadi Rp12.600 per kg dari Rp11.500 per kg.***3***
(T.E016/B/Farochah/Farochah)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013