Medan, 11/7 (Antara)- Bulog Sumatera Utara belum mendapat petunjuk atau instruksi menjadi penyalur daging impor nasional yang ditangani perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) itu sebanyak 3.000 ton hingga akhir tahun.
"Bulog Sumut belum tahu apakah dapat jatah atau tidak menyalurkan daging impor itu, tetapi kalau dipercayai tentunya siap saja," kata Humas Bulog Sumut, Rudi, di Medan, Kamis.
Dia mengatakan itu ketika dikonfirmasi soal penyaluran daging impor tersebut menyusul adanya penegasan Bulog di Jakarta mendapat jatah menyalurkan daging sapi impor dengan total 3.000 ton, dimana tahap awal Juli ini akan digelontorkan 1.000 ton.
Meski belum menerima instruksi, Bulog Sumut sudah menyiapkan diri untuk menjadi penyalur baik secara sendiri atau bekerja sama dengan distributor.
Kepala Divisi Perdagangan Bulog, Bubun Subroto, di Jakarta, Jumat lalu, mengatakan, Perum Bulog sudah mendapatkan Surat Perizinan Impor (SPI) dari Kementrian Perdagangan dan juga Rekomendasi Persetujuan Pemasukan (RPP) dari Kementerian Pertanian.
Direncanakan, daging yang berasal dari Australia tersebut akan tiba di awal Ramadhan ini.
Dalam pemasarannya, kata dia, Bulog masih dibantu perusahaan distributor daging sapi karena Bulog belum memiliki kapasitas gudang pendingin (cold storage) yang cukup atau hanya 400 ton.
Pengamatan di Pusat Pasar Medan, harga daging sapi sudah sedikit turun atau Rp97.000 per kg dari sempat menembus Rp100.000 per kg pada H-1 Ramadhan atau 9 juli.
Menurut pedagang daging H,Syafri, meski permintaan sudah turun harga belum bisa kembali normal sekitar Rp85.000 per kg karena harga tebus ke pemasok juga masih tetap tinggi.
Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan Sumut, H.Bidar Alamsyah, menegakan, stok daging sapi di Sumut cukup aman hingga empat bulan ke depan karena ada sebanyak 1.832 ton dari kebutuhan sejumah 408 ton per bulan.***3***Budi Suyanto
(T.E016/B/B. Suyanto/B. Suyanto)
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013
"Bulog Sumut belum tahu apakah dapat jatah atau tidak menyalurkan daging impor itu, tetapi kalau dipercayai tentunya siap saja," kata Humas Bulog Sumut, Rudi, di Medan, Kamis.
Dia mengatakan itu ketika dikonfirmasi soal penyaluran daging impor tersebut menyusul adanya penegasan Bulog di Jakarta mendapat jatah menyalurkan daging sapi impor dengan total 3.000 ton, dimana tahap awal Juli ini akan digelontorkan 1.000 ton.
Meski belum menerima instruksi, Bulog Sumut sudah menyiapkan diri untuk menjadi penyalur baik secara sendiri atau bekerja sama dengan distributor.
Kepala Divisi Perdagangan Bulog, Bubun Subroto, di Jakarta, Jumat lalu, mengatakan, Perum Bulog sudah mendapatkan Surat Perizinan Impor (SPI) dari Kementrian Perdagangan dan juga Rekomendasi Persetujuan Pemasukan (RPP) dari Kementerian Pertanian.
Direncanakan, daging yang berasal dari Australia tersebut akan tiba di awal Ramadhan ini.
Dalam pemasarannya, kata dia, Bulog masih dibantu perusahaan distributor daging sapi karena Bulog belum memiliki kapasitas gudang pendingin (cold storage) yang cukup atau hanya 400 ton.
Pengamatan di Pusat Pasar Medan, harga daging sapi sudah sedikit turun atau Rp97.000 per kg dari sempat menembus Rp100.000 per kg pada H-1 Ramadhan atau 9 juli.
Menurut pedagang daging H,Syafri, meski permintaan sudah turun harga belum bisa kembali normal sekitar Rp85.000 per kg karena harga tebus ke pemasok juga masih tetap tinggi.
Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan Sumut, H.Bidar Alamsyah, menegakan, stok daging sapi di Sumut cukup aman hingga empat bulan ke depan karena ada sebanyak 1.832 ton dari kebutuhan sejumah 408 ton per bulan.***3***Budi Suyanto
(T.E016/B/B. Suyanto/B. Suyanto)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013