Medan, 12/4 (Antara) - Bulog Sumut menyebutkan bahwa stok gula ekshasil menang tender perusahaan itu dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II sebanyak 11.620 ton sudah terjual habis.

"Terakhir DO (delivery order) tanggal 28 Maret," kata Humas Bulog Sumut Rudi di Medan, Jumat.

Dengan terjual habisnya gula itu, maka untuk sementara Bulog tidak lagi memperdagangkan salah satu bahan pokok itu.

Bulog, katanya, fokus dengan bisnis penjualan beras komersial d gerai Bulog Mart, pembelian beras ke petani dan tugas rutin menyalurkan beras untuk warga miskin (raskin).

Menurut dia, Bulog dipastikan akan mengikuti tender gula PTPN II pada masa mendatang.

"Bulog akan ikut lagi, kalau ada tender karena selain mengacu pada keberhasilan bisnis itu juga karena memang pemerintah berharap Bulog mampu berbisnis dengan baik sehingga memiliki untung ditengah melayani kepentingan masyarakat," katanya.

Dia mengakui, sebelumnya, Bulog kalah tender untuk mendapatkan lagi 10.000 ton gula PTPN II yang terjual dengan harga Rp10.200 per kg dengan pemenang perusahaan swasta.

Sebelumnya, saat Bulog memenangkan tender gula PTPN II sebanyak 11.620 ton pada Januari 2013, harga gula PTPN II tersebut masih Rp10.100 per kg.

"Mudah-mudahan Bulog masih bisa memenangkan tender gula PTPN II di lain waktu sehingga bisnis penjualan gula dilakukan lagi," ujar Rudi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut Bidar Alamsyah mengatakan bahwa stok gula di Sumut masih cukup aman untuk kebutuhan daerah itu yang berkisar 23 ribuan ton per bulan.

Selain dari lokal atau eksPTPN II, kebutuhan gula Sumut berasal dari kebijakan antarpulau seperti dari Lampung.***3***
(T.E016/B/Farochah/Farochah)

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013