Wali Kota Jakarta Selatan imbau pedagang ikuti program ketenagakerjaan

Wali Kota Jakarta Selatan imbau pedagang ikuti program ketenagakerjaan

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali berfoto bersama perwakilan BPJS Ketenagakerjaan dan para pedagang di Pujasera UKM Nyi Ageng Serang di Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019). (Antara/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengimbau para pedagang di Setiabudi, Jakarta Selatan untuk mengikuti program dari BPJS Ketenagakerjaan karena bermanfaat dalam jaminan keselamatan kerja.

"Saya mengimbau semua yang berdagang di lokasi binaan ini, ikut. Ada manfaatnya," kata Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali usai menyerahkan secara simbolis santunan sebesar Rp24 juta kepada perwakilan dari peserta yang meninggal di Pujasera UKM Nyi Ageng Serang di Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu.

Baca juga: Peserta meninggal di Setiabudi menerima santunan BPJS Ketenagakerjaan

Baca juga: Pemkot Jakarta Selatan kaji transportasi umum hingga ke pemukiman


Ia berharap para pedagang tidak mengalami kendala atau musibah selama berwirausaha.

Namun demikian untuk mengatasi kemungkinan terjadinya musibah, Wali Kota Jakarta Selatan itu menyarankan pedagang di sana untuk menjadi peserta program jaminan ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan sehingga bisa mendapatkan santunan.

"Kalau satu ketika ada musibah, ada santunan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Ya mudah-mudahan manfaatnya banyak," kata dia.

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali dalam acara tersebut turut menyerahkan santunan uang sebesar Rp24 juta kepada perwakilan dari peserta yang meninggal yang sebelumnya berdagang di pujasera di Setiabudi.

"Jadi ini penyerahan santunan BPJS bagi peserta yang meninggal dunia. Kebetulan yang meninggal dunia punya kios di sini," kata dia.

"Dia, suaminya, meninggal beberapa waktu lalu. Terus dipegang oleh istrinya. Kemudian istrinya meninggal juga, mau dipegang anaknya, katanya. Tadi diberikan santunan. Dia meninggal sakit biasa, dikasih santunan Rp24 juta," kata Marullah.

Baca juga: Wali Kota Jaksel perintahkan sekolah petakan masalah tawuran
Pewarta : Katriana
Editor: Eddy K Sinoel
COPYRIGHT © ANTARA 2019