Gempa Banten akibatkan 15 rumah di Sukabumi rusak

Gempa Banten akibatkan 15 rumah di Sukabumi rusak

Petugas gabungan saat melakukan pendataan terhadap rumah yang rusak di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akibat gempa bermagnitudo 6,9 yang berpusat di Sumur, Banten, jumat malam (2/8/2019). ANTARA/HO-Petugas PB BPBD Nagrak/aa

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyebutkan data sementara tentang jumlah rumah yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 6,9 berpusat di Sumur, Banten mencapai 15 unit.

"Rumah yang rusak akibat gempa bumi itu tersebar di sembilan kecamatan, namun tidak ada korban pada bencana yang terjadi sekitar pukul 19.03 WIB pada Jumat (2/8)," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Sabtu.

Rincian jumlah rumah rusak di Kecamatan Parungkuda tiga unit, masing-masing satu unit rumah rusak di Kecamatan Cikembar, Ciambar, Sagaranten, Cidahu, Parakansalak, dan Warungkiara.

Selain itu, di Kecamatan Nagrak empat rumah rusak dan di Kecamatan Bojonggenteng dua rumah rusak. Totalnya satu unit rusak berat, sembilan unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan.

Meskipun tidak ada korban, kata dia, satu keluarga harus mengungsi ke tempat yang relatif aman, yakni warga Kampung Cigaluga, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten karena rumahnya rusak berat dan tidak bisa ditempati lagi.

"Hingga saat ini kami masih terus mendata jumlah rumah yang rusak dan kemungkinan bertambah. Relawan BPBD yang berkoordinasi dengan petugas lainnya masih bersiaga dan menyisir daerah terdampak antisipasi ada rumah maupun fasilitas umum yang rusak tetapi tidak terdata," kata dia.

Daeng mengimbau warga selalu waspada dan siaga karena gempa susulan kemungkinan terjadi, namun tidak perlu panik.

"Alangkah baiknya setiap rumah ada yang aktif sehingga jika ada gempa susulan bisa memberi tahu kepada keluarganya atau warga yang sedang tidur untuk meminimalisasikan korban," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah memutakhirkan data kekuatan gempa dari sebelumnya bermagnitudo 7,4 menjadi 6,9, serta mengumumkan peringatan dini potensi tsunami diakhiri, beberapa waktu setelah terjadi gempa yang juga dirasakan warga di beberapa daerah itu.

Baca juga: Sebagian besar warga mulai tinggalkan tempat pengungsian
Baca juga: BMKG mutakhirkan gempa Banten bermagnitudo 6,9
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019