Kepolisian libatkan FKUB Sulteng cegah radikalisme di Poso

Kepolisian libatkan FKUB Sulteng cegah radikalisme di Poso

Ketua FKUB Sulteng Prof KH Zainal Abidin di libatkan oleh kepolisian, Polda Sulawesi Tengah lewat Binmas untuk menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan quick wins kegiatan 4 penyuluh kontra radikal dan deradikalisasi (khusus ISIS) tahun 2019, yang diselenggarakan oleh kepolisian di Poso. (Antaranews/Muhammad Hajiji)

Palu (ANTARA) - Kepolisian melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, untuk mencegah tumbuh dan berkembangnya faham radikalisme, dengan memberi pemahaman sebagai bentuk upaya deradikalisasi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin.

"Radikalisme masih menjadi isu penting yang menjadi pekerjaan rumah semua elemen bangsa, tidak hanya pemerintah juga seluruh lapisan masyarakat. Pengaruh paham radikalisme telah menjalar ke berbagai sendi kehidupan masyarakat," ucap Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof Dr KH Zainal Abidin MAg, di hubungi dari Palu, Senin.

Ketua FKUB Sulteng Prof KH Zainal Abidin di libatkan oleh kepolisian, Polda Sulawesi Tengah lewat Binmas untuk menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan quick wins kegiatan 4 penyuluh kontra radikal dan deradikalisasi (khusus ISIS) tahun 2019, yang diselenggarakan oleh kepolisian di Poso.

Prof Zainal yang juga Ketua MUI Kota Palu itu menyatakan, masalah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan) adalah wilayah paling rawan bagi benih lahirnya paham radikalisme.

Baca juga: BNPT: Sulsel jadi wilayah perkembangan radikalisme

Baca juga: BNPT ajak takmir masjid di Poso waspadai ISIS dan simpatisannya


Karena itu, FKUB dituntut pro-aktif memainkan perannya dalam mencegah tumbuh kembangnya paham radikal yang berbasis agama. Mencegah radikalisme harus diawali dari fase fanatisme.
Rektor Pertama IAIN Palu itu mengemukakan, orang-orang yang mudah terindoktrinasi adalah mereka yang terlalu fanatik atau mereka yang terlalu bingung untuk menentukan pilihan.

"Tidak heran bila sasaran utama regenerasi ideologi radikalisme adalah siswa, mahasiswa, dan pemuda yang mayoritas belum punya prinsip hidup yang kokoh Perubahan sikap orang dengan gagasan radikal tidak terjadi dalam satu malam. Ada proses panjang yang mereka lalui. Ada pergulatan batin dan pikiran yang terjadi pada mereka," ujarnya.

Rois Syuria NU Sulteng ini mengemukakan, deteksi dini yaitu perlu mengenali perubahan sikap orang terdekat , terutama generasi muda. Karena itu, gernerasi muda perlu membentengi diri dengan pengetahuan sosial dan agama yang mumpuni.

Quick wins kegiatan 4 tentang penyuluh kontra radikal dan deradikalisasi (khusus ISIS) tahun 2019, yang diselenggarakan oleh kepolisian di Poso, melibatkan kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari pihak pihak kepolisian sebagai peserta dan narasumber, Kandepag Poso, tokoh masyarakat, bekas narapidana teroris, tokoh pemuda, pelajar dan tokoh adat.
Kegiatan quick wins kegiatan 4 penyuluh kontra radikal dan deradikalisasi (khusus ISIS) tahun 2019, yang diselenggarakan oleh kepolisian di Poso. (Antaranews/Muhammad Hajiji)
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019