Dewan Pers gelar workshop peliputan pascapemilu di Kendari

Dewan Pers gelar workshop peliputan pascapemilu di Kendari

Anggota Dewan Pers, Asep Setiawan (tengah), Ketua KPU Sultra, Abdul Natsir Moethalib, saat menjadi narasumber dalam kegiatan workshop peliputan pasca Pemilu 2019. (Foto ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Dewan Pers (DP) menggelar workshop peliputan pasca Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019, pada puluhan jurnalis di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis, di salah satu hotel di Kendari.

Workshop yang dipandu oleh Redaktur Pelaksana Kendari Pos, Inong Saputra, diikuti puluhan jurnalis se-Kota Kendari, baik media cetak, elektronik dan daring.

Narasumber dalam workshop ini adalah dua anggota Dewan Pers dan Ketua KPU Sulawesi Tenggara. yaitu Asep Setiawan dengan topik yang disampaikan "Peliputan Pilkada 2020, Belajar dari Pemilu 2019".

Selanjutnya Jamalul Insan, topik yang disampaikan Peliputan Pemilu 2019 Mengawal Janji-Janji Kampanye, serta Ketua KPU Sultra, Abdul Natsir Moethalib, topik yang disampaikan Pemberitaan Pers pascaPemilu 2019 dalam menjaga keutuhan dan kestabilan sosial menuju Pilkada 2020.

Asep Setiawan mengungkapkan, secara nasional porsi pelaporan atau pemberitaan saat Pileg dan Pilpres 2019 lalu, pemberitaannya lebih besar kepada pemberitaan Pilpres daripada pemberitaan pemilihan legislatif.

"Nantinya, karena legislatif juga merupakan salah satu lembaga, maka media massa harus memberikan porsi yang sama, karena lembaga legislatif yang akan menghasilkan produk-produk perundangan termasuk pengawasan terhadap pemerintah, oleh karena itu media massa harus memberikan atensi pada para caleg," kata Asep Setiawan.

Asep juga menekankan, dalam pilkada serentak 2020 nanti, lembaga media massa harus memberikan laporan-laporan yang jernih, faktual, independen dan berimbang, sehingga keberadaan pers di Indonesia semakin sehat, dan dapat memberikan kontribusi dalam membangun demokrasi di Indonesia.
Peserta workshop peliputan pasca pemilu 2019. (Foto ANTARA/Harianto)


Harus dikawal
Di tempat yang sama, Anggota Dewan Pers, Jamalul Insan mengatakan, bahwa suksesnya pelaksanaan pemilu itu tidak terbatas hanya sampai pada pelaksanaan pemilu, tetapi hasilnya harus dikawal oleh pers untuk diawasi.

"Kita meminta dan mengajak kawan-kawan jurnalis, apa yang telah dipilih oleh rakyat, baik ditingkat DPR, DPD, DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten/kota, agar dikawal, bagaimana janji-janji mereka, apa yang disampaikan ke massa kampanye, bisa kita awasi, sehingga betul-betul hasil pemilu itu dapat dirasakan masyarakat," kata Jamalul Insan.

Sementara, Ketua KPU Sulawesi Tenggara, Abdul Natsir Moethalib, mengapresiasi kerja jurnalis di Kota Kendari.

Menurutnya partisipasi pemilih bisa meningkat hingga 80 persen, bukan hanya bagian dari kerja KPU, tapi tidak terlepas dari peran media yang turut andil untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Tentu bukan hanya kerja dari kami, KPU selaku penyelenggara pemilu, tetapi berkat kawan-kawan jurnalis sangat luar biasa, yang selalu memberitakan perkembangan terkait tahapan pemilu," katanya.

Selain membahas peliputan pasca pemilu 2019, workshop juga membahas soal Uji Kompetensi Wartawan dan verifikasi media oleh Dewan Pers.

Selain para jurnalis, workshop juga dihadiri Ketua PWI Sultra, Ketua IJTI Sultra, Ketua AJI Kendari, Ketua SPS Sultra, Ketua ATVLI Sultra dan Ketua SMSI Sultra.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019