Tekanan rendah Samudra Pasifik Timur Filipina pengaruhi cuaca Maluku

Tekanan rendah  Samudra Pasifik Timur Filipina pengaruhi cuaca  Maluku

Siklon Jelawat (Foto: Dokumen BMKG) (Foto: Dokumen BMKG/)

Ambon (ANTARA) - Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon menyatakan, pusat tekanan rendah 1007 satuan ukuran tekanan atmosfer (hectopascal - hPa) di Samudera Pasifik Timur Filipina mempengaruhi cuaca di Maluku pada beberapa hari ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Ot Oral Sem Wilar, dikonfirmasi, Minggu (21/7), mengatakan, pola angin di wilayah Utara ekuator umumnya dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan 4 – 30 knot, sedangkan di wilayah Selatan ekuator umumnya dari Timur – Tenggara dengan kecepatan 4 - 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Utara Sabang, perairan Sabang – Banda Aceh, perairan Bengkulu – Pulau Enggano, perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, Selat Makassar bagian Selatan, dan laut Banda Timur Sulawesi Tenggara.

"Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," ujarnya.

Baca juga: Tekanan rendah di Samudra Pasifik Utara Papua pengaruhi cuaca Maluku

Ot mengemukakan, gelombang mencapai 2,50 meter berpeluang terjadi di Laut Banda,Laut Seram, Laut Maluku, perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kei - kKpulauan Aru, dan Laut Arafuru.

Karena itu, menurut dia, para nelayan telah diimbau mewaspadai gelombang tinggi tersebut dan hendaknya jangan memaksakan diri melaut dengan mengandalkan armada tradisional.

Armada tradisional tidak kuat menahan kondisi cuaca tersebut, apalagi sewaktu - waktu terjadi perubahan kecepatan angin sehingga mempengaruhi tinggi gelombang.

Ot mengemukakan, imbauan kondisi cuaca juga disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sembilan kabupaten dan dua kota, termasuk para bupati maupun wali kota.

Bila terjadi kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

"Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan," tandas Ot.

Baca juga: Cuaca Maluku dipengaruhi pola sirkulasi angin di perairan Halmahera
Pewarta : Alex Sariwating
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019