JCH gelombang dua dijadwalkan berangkat 20 Juli 2019

JCH gelombang dua dijadwalkan berangkat 20 Juli 2019

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Prof. Nizar (kiri) saat konferensi pers dengan awak media. (Antaranews/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Prof. Nizar mengatakan jemaah calon haji (JCH) Indonesia gelombang kedua dijadwalkan berangkat pada 20 Juli hingga 5 Agustus 2019 menuju Tanah Suci.

"Sementara gelombang pertama sudah dimulai diberangkatkan sejak 6 Juli hingga 19 Juli, sehingga pada Sabtu depan sudah masuk gelombang kedua," kata dia, saat konferensi pers sosialisasi penyelenggaraan ibadah haji 1440 Hijriah di Jakarta, Kamis.

JCH gelombang kedua dijadwalkan mendarat di Bandara Jeddah, Arab Saudi dan pulang ke Tanah Air melalui Madinah. Untuk kegiatan Wukuf di Arafah diperkirakan 10 Agustus 2019.

"Artinya pada 9 Agustus para JCH sudah mulai bergerak dari pemondokan atau hotel ke Padang Arafah, dan lebaran haji pada 11 Agustus 2019," ujarnya.

Untuk fase pemulangan gelombang pertama pada 17 Agustus 2019 dari Jeddah menuju Tanah Air ke embarkasi masing-masing. Sedangkan pemulangan gelombang kedua diagendakan pada 15 September 2019 dan tiba di Indonesia pada 16 September 2019.

Secara umum total terdapat 231 ribu jiwa JCH asal Tanah Air yang berangkat pada musim haji 2019. Dengan rincian 221 ribu kuota utama dan kuota tambahan sebanyak 10 ribu jiwa.

Baca juga: ITPC Jeddah promosi produk ekspor di kendaraan layanan haji

Ia menyebutkan kuota haji Indonesia dibagi menjadi dua kelompok yaitu haji reguler sebanyak 214 ribu jiwa dan kuota haji khusus 17 ribu orang. Khusus kuota tambahan tersebut dibagi kepada calon jemaah nomor porsi berikutnya sebanyak 5.000 orang.

Kemudian 5.000 jiwa lagi diperuntukkan bagi calon jemaah haji lanjut usia yaitu 75 tahun ke atas beserta pendamping. Sehingga musim haji 2019 terdapat penambahan 18 kloter dengan total keseluruhan 529 kloter.

Terkait biaya, kata dia setiap calon jemaah haji rata-rata dikenakan sebesar Rp35 juta dengan rincian biaya penerbangan, sewa pemondokan, biaya hidup, serta biaya tidak langsung selama di sana.

Baca juga: Perdokhi: Indonesia butuh rumah sakit haji di Mekkah

Baca juga: Perdokhi: Indonesia butuh rumah sakit haji di Mekkah
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019